Pandangan – Pandangan Musuh Islam Obama Salibis

Obama Safari ke Afghanistan

Kabul – Capres AS dari Demokrat, Barack Obama, melakukan safari ke Afghanistan. Dia menemui pemimpin pasukan AS di sana untuk membahas persoalan perang yang menurutnya tidak mendapat perhatian penuh dari pemerintahan Bush.

Obama mengunjungi komandan tentara AS di kawasan timur Afghanistan, yang tidak jauh dengan perbatasan Pakistan. Menurut pemerintah Afghanistan, Obama juga akan berdialog dengan Presiden Hamid Karzai pada Minggu (20/7/2008).

“Saya ingin secara pasti berdialog dengan para pemimpin pasukan dan memahaminya. Baik dari mereka yang berada di Afghanistan, di Baghdad, apa yang harus menjadi perhatian terbesar,” ujarnya seperti diberitakan AFP.

“Dan saya ingin berterimakasih pada pasukan AS yang melakukan tugas heroik mereka,” imbuhnya.

Afghanistan menjadi persinggahan pertama dari safari Obama ke sejumlah negara yang dimulai Sabtu 19 Juli 2008. Selanjutnya, senator Illinois yang berkulit hitam ini juga akan mengunjungi Iraq, Yordania, Israel, Jerman, Perancis dan Inggris.
(fiq/fiq)

Barack Obama Sarapan dengan

Tentara AS di Kabul

Kabul – Barack Obama, kandidat calon presiden AS dari Partai Demokrat, menyempatkan sarapan pagi bersama pasukan AS, di Kabul, Afganistan, Minggu (20/7/2008). Obama mendengarkan cerita para prajurit mengenai pengalaman mereka di negara yang sering dilanda aksi kekerasan ini.

Obama, yang saat ini masih menjadi anggota senator AS, juga berencana bertemu Presiden Afganistan, Hamid Karzai, hari ini juga. Demikian informasi dari Kementerian Luar Negeri Afganistan.

Selain ke Afganistan, dalam tournya, Obama juga akan berkunjung ke Irak, Jordan, Israel, Jerman, Perancis dan Inggris. Obama melakukan hal ini untuk mendukung mandat kebijaksanaan luar negeri AS dan menjawab kritik yang mengatakan bahwa dia tidak memiliki pengalaman untuk menjadi pemegang komando angkatan bersenjata.

“Mereka sarapan pagi di kamp Eggers dengan para prajurit,” ujar Letnan Kolonel Dave Johnson, komandan pasukan AS di Afganistan, seperti dikutip Reuters. “Mereka duduk bersama dengan para tentara, berbagi cerita dengan para tentara tentang apa yang terjadi di Afganistan, berbagi pengalaman.”

Obama tiba di Afganistan hari Sabtu (19/7/2008) dan bertemu komandan pasukan NATO. Bersama dengan anggota senator Jack Reed dan Chuch Hagel, Obama kemudian melakukan perjalanan menuju ke Jalalabad, Afganistan bagian timur dan bertemu gubernur provinsi tersebut, Gul Agha Shirzai, seseorang yang dulu anti taliban.

Sebelumnya Obama berjanji akan mengirim tambahan lebih dari dua brigade atau sekitar 7.000 personel tentara AS ke Afganistan. Menurut dia, kondisi di Afganistan tak diseriusi pemerintahan Bush, yang lebih fokus kepada Irak. (asy/asy)

Obama: Afghanistan dalam

Keadaan Genting

Kabul – Calon Presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat Barack Obama mengakhiri kunjungannya ke Afghanistan. Dia mengatakan situasi di negara itu dalam keadaan genting dan berbahaya.
“Pemerintah Afghanistan perlu berbuat lebih banyak, namun kami menyadari bahwa situasi di Afghanistan sangat genting,” kata Obama seperti dikutip AFP, Minggu (20/7/2008).

Obama menyempatkan diri bertemu presiden Afghanistan Hamid Karzai. Keduanya terlibat pembicaraan mendalam terkait situasi di negara tersebut.

Kepada jaringan televisi CBS, senator Illinois itu mengatakan, Afghanistan membutuhkan lebih banyak lagi tentara untuk melawan serangan dari golongan ekstrimis.

Menurut Obama, AS telah berbuat ‘kekacauan’ dengan melancarkan perang di Irak. Padahal AS seharusnya lebih memfokuskan diri memerangi jaringan teroris Al Qaeda di Afghanistan. “Saya meyakini ini akan menjadi fokus utama kita semua,” kata pria kulit hitam itu.
(irw/irw)

Obama Serukan Perubahan Fokus

dari Irak ke Afghanistan

Washington – Barack Obama menyerukan perubahan fokus operasi militer AS dari Irak ke Afghanistan. Dikatakan capres AS dari Partai Demokrat itu, dirinya akan mengirimkan sebanyak 10 ribu tentara ke Afghanistan.

“Mengakhiri perang (Irak) esensial untuk memenuhi tujuan-tujuan strategis kita yang lebih luas, dimulai di Afghanistan dan Pakistan, tempat Taliban bangkit kembali dan al Qaeda punya tempat persembunyian,” kata Obama seperti dilansir Bloomberg, Rabu (16/7/2008).

“Irak bukan front sentral dalam perang melawan terorisme, dan memang tidak pernah,” imbuh Senator Illinois itu.

Obama berjanji akan menarik pasukan AS dari Irak dalam 16 bulan sejak mulai memimpin Gedung Putih. Namun Obama tetap akan menempatkan sejumlah pasukan di Irak untuk melakukan misi-misi tertentu seperti mengejar pejuang-pejuang al Qaeda, melindungi personel AS dan melatih pasukan Irak.

Jika Obama beranggapan perang Irak yang sangat mahal itu harus segera diakhiri, lain halnya dengan John McCain, rivalnya.

Capres AS dari Partai Republuik itu bersikeras kalau perang Irak merupakan konflik yang harus dimenangi AS. Karena itu pasukan AS akan terus berada di negeri itu untuk waktu yang lama.(ita/iy)

Published By : Abu Faris (detikcom)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: