Komando Al-Qaeda atas Perang Salib ( Bag. 2 )

FATWA UNTUK MEMBANTU TALIBAN

Bismillahirrohmanirrohim

Pertanyaan:
———–
Kepada syaikh Abdullah bin Muhammad al Ghunayman, semoga Allah memeliharanya.

Assalamu’alaikum Wr wb
Anda -semoga Allah memelihara anda- adalah orang yang sadar dan tahu tanpa keraguan terhadap apa
yang sedang terjadi di Afghanistan, dan berkumpulnya bermacam kelompok dari berbagai negeri
untuk memerangi afghan. Hal yang lebih buruk dari itu adlah ditutupnya rute untuk membantu
mereka oleh negara tetangga; pada saat yang sama, mereka yang menganut Islam dan sebagian
sarjana telah mengangkat suaranya berdiri melawan pemerintahan Thaliban dan rakyat Afghan,
memilih berdiri disisi mendukung Amerika dan para sekutunya.
1- Bagaimna pandangan anda terhadap kepedulian untuk membantu Taliban dan permasalahan yang
mereka hadapi.
2- Bagaimana hukum orang yang mendukung Amerika, Inggris dan para sekutunya melawan Taliban?
3- Adakah bencana yang terjadi diantara sesama muslim ini, menyebabkan mereka boleh melakukan
qunut dan permohonan untuk melawan musuh mereka?

Jawaban:
——–
Sebelum menjawab pertanyaan ini, ijinkan saya sedikit memperluas nasehat saya kepada umat islam
seluruhnya, saya katakan;

PERTAMA, dengan penyelidikan yang masih berlangsung dan peperangan yang dilakukan Amerika dan
para sekutunya, maka menjadi jelas bahwasanya mereka belum bisa mendefinisikan ‘terorist’ secara
obyektif. Mereka belum membuktikan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh Afghan atau karena
bantuan mereka, ini adalah fakta yang harus diketahui seluruh dunia. Dengan demikian, menjadi
jelas bahwa pemahaman mereka tentang terorisme adalah tiaada lain islamitu sendiri, maka mereka
menamakan perang ii dengan ‘perang salib’, suatu kebenaran yang telah jelas disampaikan oleh
pemimpin pemimpin mereka semisal presiden AS. Ini bukanlah sesuatu yang baru, ini adalah sesuatu
yang telah mengalir dalam darah dan jiwa mereka, sebagaimana tuhan kita telah memberitahukan
kepada kita “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti
agama mereka.” (al baqoroh : 120). “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka
(dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. (al
baqoroh 217). Ayat Inilah yang menyebabkan apa yang diperbuat yahudi di Palestina -yaitu;
membunuh anak kecil, wanita, tua dan muda, menghancurkan infrastruktur yang ada dan masyarakat-
tidak dianggap sebagai aksi terorisme oleh Amerika. Dan ini semua memang terjadi dibawah naungan
dan perlindungan Amerika, karena yang dibunuh adalah kaum muslimin. Kemudian ketika seseorang
mengambil sebuah batu dan melemparkannya untuk mempertahankan dirinya, maka ia disebut teroris.

KEDUA, Bahwa tujuan perang ini sangat jelas, yaitu untuk mempermalukan muslimin dan bangsa
Islam, memaksa mereka tunduk kepada AS dan melindungi wilayah yahudi dari bahaya yang mungkin
mengancam ereka.

KETIGA, Juga telah sangat jelas bahwa mereka tidak akan merasa puas hanya dengan hancurnya
pemerintahan islam Taliban, mereka akan terus memasuki dan menghancurkan wilayah dan organisasi
Islam lainnya, terutama mereka yang efektif berda’wah dan peduli terhadap pendidikan anak Islam.
Presiden mereka telah membuat ini menjadi jelas dan menjelaskannya secara terbuka, mereka telah
berupaya keras ke arah ini dan membuat jalan untuk mencapai semua itu.

KEEMPAT, Ini menjadi kewajiban atas semua pemimpin Islam dan muslimin, raja raja dan
presidennya, untuk memperhatikan keadaan yang berlangsung dan membuat mereka menyatukan langkah
dan kerja untuk mempertahankan wilayah dan masyarakatnya. Juga menjadi kewajiban atas mereka
untuk memegang teguh ajaran agamanya dan untuk merasa cukup dengan hasil sumber daya dan
kekayaan alam mereka yang telah diberkati allah untuk melindungi diri dan mencegah musuh dari
menguasainya -yang menggunakan sumber penghasilan alam mereka untuk melawan mereka. Menjadi
kewajiban atas mereka untuk berbuat apa apa yang mereka mampu lakukan untuk menghilangkan
ketergantungan mereka terhadap musuh, juga wajib untuk menjadikan sumber daya alam mereka,
kekayaan alam, dan laki laki mereka untuk mencapai kekuatan dan kewibawaan, dan ini semua
merupakan implementasi/ pelaksanaan dari apa apa yang tuhan mereka perintahkan,

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda
yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan
musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya.
Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan
kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).” (QS. Al-Anfal:60)

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang
yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu.
Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang
disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu
ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (QS. Ali ‘Imron:118)

KELIMA, menjadi kewajiban bagi setiap muslim untuk bersatu dalam satu barisan melawan musuh
mereka dan berhati hati terhadap skenario mereka untuk memecah belah barisan kaum muslimin yang
menjadikan mereka berperang satu sama lain sehingga melemahkan mereka dan berada dibawah kendali
musuh. Menjadi wajib atas kaum muslimin untuk secara aktif berusaha dengan giat kearah itu,
menyatukan kata dan barisan, dan lebih mendekatkan hati mereka yang dengan ini akan semakin
mendekatkan pertolongan Allah.

Dan untuk menjawab pertanyaan diatas dengan hormat saya katakan;
Adalah merupakan kewajiban untuk membantu Muslimin Afghan atau lainnya, dalam usaha
mempertahankan agama mereka, wilayah mereka dan harga diri dari serangan kaum kafir yang
menyerangnya. Allah berfirman; “jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan
pembelaan) agama, maka kamu wajib memberikan pertolongan.” (QS. Al-Anfal:72)

Rasulullah SAW bersabda, “Seorang muslim merupakan saudara bagi muslim lainnya, dia tidak
menindasnya, atau menyerahkannya kepada musuh”. Oleh karena itu menjadi wajib hukumnya untuk
membantu mereka semampu mungkin. Tentang berdiri bersebelahan dengan negara kafir dan membantu
mereka melawan kaum muslimin, maka siapa yang melakukannya berarti termasuk golongan mereka
(kafirin). Allah berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi
wali (penolong-penolong) mu; sebahagian mereka adalah penolong bagi sebahagian yang lain.
Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi penolong/ pemimpin, maka sesungguhnya orang
itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang
zalim.” (QS. Al-Maidah:51)

Ada banyak sekali ayat al qur’an mengenai hal ini.

Terhadap pelaksanaan qunut, ini adalah satu kemungkinan terakhir yang bisa dilakukan kaum
muslimin menghadapi bencana ini. Rasulullah SAW telah memberikan contoh pelaksanaan qunut
apabila terkena bencana. Beliau SAW melaksanakannya ketika sekelompok utusannya ke daerah Ra’l
dan dhakwan dibunuh sesudah perang Uhud, dan juga pada saat saat yang lainnya. Dengan demikian
menjadi kewajiban bagi muslimin untuk memohon kepada Allah secara terus menerus dalam sholat
witirnya dan sholat lainnya, dan memang seharusnya pada setiap waktu. Saya memohon kepada ALlah
agar menunjukkan kebaikanNya kepada muslimin dan melindungi mereka dari mara bahaya -baik yang
datang dari luar atau dalam diri mereka. Sholawat dan salam kepada nabi Muhammad, keluarga dan
pengikutnya.

Ditulis oleh mantan kepala fakultas pendidikan tertinggi di Universitas Madinah – Abdullah bin
Muhammad al Ghunayman, selasa 29 Rajab 1422 H.

WAWANCARA AL-JAZEERA:
DENGAN SYAIKH USAMAH BIN LADIN

Allah berfirman : “Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka
mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya
mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti.
Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah
keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama kali memulai memerangi kamu?
Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu
benar-benar orang yang beriman.”
(At taubah: 12-13)

Kepada Amerika, saya ingin menyampaikan beberapa kalimah ini:

Demi Allah yang meninggikan langit tanpa tiang, Amerika tidak akan mengecap rasa aman Sebelum
kami merasainya di bumi Palestina. Dan sebelum semua tentara tentara kafir itu keluar
meninggalkan bumi Muhammad SAW. Allahu Akbar…kemuliaan hanyalah bagi Islam..wassalam

Si Bush bapak, dan Bush anak, bersama Clinton dan Sharon, mereka semua adalah kepala
penjahat-penjahat dunia. Yang telah banyak mencabuli hak-hak kaum Muslimin, mereka telah
membunuh anak-anak kaum Muslimin tanpa dosa. Darah mereka tidak akan hilang begitu saja, Insya
Allah, selagi kita memerangi mereka dengan dasar agama ini.

Maka saya mengajak anda semua untuk terus bersama-sama teguh hati di jalan ini. Sesungguhnya
kekuatan kafir akan bersatu demi menyeret kita dari jalan ini, maka berhati-hatilah, karena jika
kita tinggalkan jalan ini, maka Allah akan menghinakan kita semua. Harus kita syukuri bersama
dengan memperbanyak ketaatan kita kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Semoga Allah menjaga
keteguhan kita di jalan ini.

Di bulan Romadhon tahun 1422H yang berbarokah ini, dari penjuru bumi Afghanistan yang berkobar,
sebagai bumi Ribath, Jihad dan Bumi Syuhada. Bersama serangan Salibis Kristen dunia yang di
restui oleh seluruh pemimpin-pemimpin dunia Islam, keatas Mujahidin di bumi Afghanistan. Kami
mulai serial film perang salib ini, agar kita ikuti bersama langkah-langkah kemajuan yang bakal
kita rasakan bersama, sebagai permulaan hancurnya Amerika kepala dunia kafir dan syetan Akbar.

Pada kesempatan ini, kami berusaha untuk menunjukkan kesan-kesan serangan 11 September yang di
berkahi itu, baik secara ekonomi, atau kemiliteran, juga kesan secara moral bagi seluruh dunia
kafir. Dengan menerangkan hakikat peperangan akidah dan ideologi ini, bersama pengkhianatan para
penguasa dunia Islam yang diikuti oleh para Ulamanya, kecuali mereka yang dirahmati Allah.

Kami panggil anda semua untuk mengakhiri masa kelalaian dan kehinaan, dan memasuki zaman
kemuliaan Islam dan mengembalikan harga diri sebagai muslim, yang hanya dapat dicapai dengan
jihad dan mati syahid fi sabilillah.

———–
[S]: Saya ingin bertanya satu pertanyaan yang tersebar luas di seluruh dunia, bahwa Amerika
mengaku mempunyai bukti yang kuat akan keterlibatan anda atas serangan ke kota New York dan
Washington, lalu bagaimana pendapat anda?

[J]: Sebutan Amerika terhadap serangan itu sebagai Teror, adalah sebutan yang salah.
Pemuda-pemuda, yang melakukan serangan itu dan telah memindahkan peperangan akidah ini ke bumi
Amerika. Mereka juga telah berhasil menghancurkan lambang kebanggan negara itu, yakni lambang
ekonomi dan militernya.

Mereka lakukan serangan itu berangkat dari sikap membela diri. Membela saudara-saudara kita di
Palestina, dan sebuah usaha untuk membebaskan tempat-tempat suci kita. Maka jika sebutan untuk
melakukan pembelaan diri seperti ini disebut sebagai Teror, dan jika membunuh para pembunuh
saudara-saudara muslim kita di sebut sebagai Teror, silahkan sejarah menyaksikan bahwa kami
adalah teroris.

———–
[S]: Tetapi sumpah janji yang pernah anda sebutkan yakni “Demi Allah yang meninggikan langit
tanpa tiang, Amerika tidak akan mengecap rasa aman sebelum kami merasainya di bumi Palestina”
bisa menjadi bukti akan keterlibatan anda dengan serangan itu. Apa pendapat anda?

[J]: Kami memang sudah mengajak seluruh pemuda-pemudi Islam untuk terus melaksanakan
serangan-serangan ke atas Amerika sejak bertahun-tahun yang lalu. Pengakuan empat pemuda yang
terlibat serangan atas markas militer Amerika yang berada di Khobar (Saudi Arabia) membuktikan
bahwa mereka memang terkesan dengan fatwa-fatwa dan selebaran-selebaran kami.

Maka kalau yang anda maksudkan sekarang bahwa mereka yang melakukan serangan 11 September itu
juga terkesan dengan ajakan kami, mungkin hal ini benar. Karena memang tugas untuk mengajak umat
Islam kepada jalan ini juga merupakan tugas yang pernah di emban oleh Rasulullah saw.

Yang tertera dalam Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala: “Maka beperanglah kamu di jalan Allah,
tidaklah kamu dibebani kecuali dengan beban dirimu sendiri, dan kobarkanlah semangat umat mukmin
(untuk berperang) Semoga Allah menolak kekuatan orang orang kafir itu, Allah maha kuat dan keras
siksaa-Nya. (An nisa: 84)

Jadi untuk menghentikan dan memotong kezaliman kaum kuffar adalah dengan memerangi mereka.
Peristiwa serangan 11 September itu didorong oleh ajakan kami, itu benar.

———–
[S]: Baiklah Syaikh Usamah bin Ladin, Organisasi Al-Qaeda sedang menghadapi sebuah negara
pemimpin dunia secara ekonomi, militer dan teknologi. Lantas bagaimana sebuah organisasi kecil
seperti ini akan dapat mengalahkan sebuah negara seperti Amerika?

[J]: Alhamdulillah, peperangan ini bukanlah antara organisasi Al-Qaeda dan tentara salib dunia.
Tetapi peperangan ini sebenarnya adalah perang antara umat Islam dan tentara salib dunia.
Organisasi Al-Qaeda tumbuh di zaman ketika semua orang mempunyai pandangan bahwa Amerika tidak
akan bisa di hancurkan atau bahkan lebih dari sekadar itu.

Bagaimana kamu akan bisa menghancurkan Uni Soviet? Uni Soviet ketika itu memang sebuah kekuatan
yang di segani dan ditakuti dunia, bahkan NATO juga sangat takut dengan Uni Soviet. Tapi, kini
manakah kekuatan itu? Allah telah memberikan kelebihan bagi kami dan saudara-saudara kami
Mujahidin. Hingga Uni Soviet kini hanya tinggal kenangan. Uni Soviet telah hilang dari peta
bumi.

Jadi yang telah memberi kekuatan kepada kami ketika itu untuk mengalahkan Uni Soviet, pasti
masih mampu untuk memberikan kekuatan yang sama untuk menghancurkan Amerika. Semoga itu semua
akan terjadi di bumi yang sama. Kami yakin bahwa Amerika bisa di tumbangkan, dan kami juga yakin
ia lebih mudah dibanding menghancurkan Uni Soviet dahulu.

———–
[S]: Bagaimana bisa begitu?

[J]: Kami telah mencoba, saudara-saudara kami yang berada di Somalia, merasakan seakan-akan
Amerika bukanlah sebuah kekuatan, yang ada hanyalah propagandanya di media massa, maka majulah
beberapa saudara-saudara kami dari sini bersama teman-teman mereka dari Somalia. Pada akhirnya
Amerika keluar dengan membawa kekalahan yang hina. Mereka keluar dari bumi Somalia, lebih cepat
dari waktu yang diperkirakan, dan sekaligus menafikan semua dongeng yang konon ia adalah negara
terkuat, dan dia mampu melakukan apa saja.
Kami juga mempunyai percobaan dalam perang melawan Russia sejak tahun 1979 hingga 1989. Kemudian
kami masih meneruskan peperangan itu melawan komunis-komunis yang ketika itu masih berada di
Afghanistan. Kini kita telah memasuki minggu kedua peperangan dengan Amerika.

———–
[S]: Jika kita lihat dengan kacamata kebangsaan, bukankah peperangan ini merugikan rakyat
Afghan?

[J]: Pandangan seperti itu adalah pandangan yang tidak sempurna. Sejak kami menginjak bumi
Afghanistan ini, yaitu pada tahun 1399 H bertepatan dengan tahun 1979 M Kerajaan Arab Saudi
telah mengirim permintaan secara resmi kepada kami ketika itu, agar Usamah bin Ladin tidak
memasuki bumi Afghanistan, karena jika saya ikut berperang bersama Mujahidin Afghan….

Saya mempunyai hubungan kekeluargaan yang dekat dengan penguasa Saudi, maka mereka mengirim
permintaan itu secara resmi. Mereka takut jika Usamah ikut berperang kemudian tertawan oleh
pihak Russia, itu akan menjadikan bukti yang cukup kuat yang menunjukkan bahwa Saudi Arabia
mendukung perjuangan masyarakat Afghan dalam melawan Uni Soviet. Dan memang ketika itu dunia
sangat takut dengan Uni Soviet.

Tetapi ketika itu saya tidak memperdulikan permintaan itu, dan mereka sangat keberatan dengan
hal ini. Sebenarnya kedatangan kami kemari hanyalah karena untuk membela agama dan membantu
saudara seiman kami. Yang merupakan kewajiban seluruh umat Islam, bukan hanya atas masyarakat
Afghan saja. Seperti juga sekarang kewajiban seluruh umat Islam untuk membela saudara-saudara
mereka di Palestina. Jadi memang hal ini memberatkan mereka (penguasa Saudi) tetapi ini adalah
kewajiban yang harus di laksanakan.

Sebagai tambahan… mereka yang menganggap bahwa serangan Amerika ke Afghanistan ini adalah
disebabkan keberadaan saya di sini, itu adalah salah besar. Karena Amerika bukan memusuhi saya
secara peribadi, tetapi mereka memusuhi saya adalah karena saya mengajak umat Islam untuk
melawan Yahudi dan Amerika demi untuk membela umat Islam. Kemudian bermulalah permusuhan Amerika
kepada saya. Dan sudah di maklumi bahwa Amerika tidak akan tinggal diam dengan kebangkitan
negara Islam.

Amirul mukminin (Mulla Muhammad Omar) telah menerangkan hal ini berulangkali. Bahwa serangan
Amerika ini bukan karena Usamah bin Ladin tetapi karena hukum Islam yang terlaksana di sini.
Amirul mukminin juga berkata: “Dahulu Inggris datang menyerang Afghanistan, sedang ketika itu
Usamah tidak ada di sini. Kemudian Russia datang kemari, dan ketika itu Usamah tidak ada di
sini, dan kini Amerika tiba di sini, semoga Allah menghancurkannya sebagaimana kekalahan
sekutu-sekutu mereka”.

———–
[S]: Kembali kepada kejadian 11 September, menurut anda apa sebenarnya yang terjadi. Apa pula
kesan terhadap pemerintah Amerika dan Dunia?

[J]: Apa yang terjadi pada hari selasa 11 September di New York dan Washington adalah kejadian
yang sangat besar, dan tangisan mereka hingga kini belum berhenti. Jika runtuhnya
bangunan-bangunan itu adalah sebuah kejadian yang sangat besar, masih ada yang lebih besar dari
itu yakni kerugian ekonomi yang harus ditanggung Amerika.

Menurut keterangan mereka sendiri, bahwa kerugian di Bursa Wall Street mencapai 16%. Menurut
mereka kerugian seperti ini belum pernah terjadi sejak pasar itu dibuka 230 tahun yang lalu.
Jumlah keseluruhan modal di pasar itu mencapai 4 Trilyun Dollar. Lalu kalau kita lihat 16% dari
4 Trilyun untuk mengetahui berapa jumlah kerugian sebenarnya, maka akan kita dapati sebanyak 640
milyar Dollar kerugian mereka, dan itu terjadi dalam sehari.

Jumlah ini jika kita bandingkan dengan anggaran belanja negara Sudan umpamanya, akan mencukupi
untuk selama 640 tahun. Perputaran keuntungan uang harian rakyat Amerika adalah 20 milyar
dollar, meskipun begitu mereka masih meliburkan asset-asetnya setelah kejadian itu, bahkan
hingga hari ini mereka masih libur. Karena terkejut dengan kejadian itu.

Jadi kalau kita kalikan 20 milyar kali 7 hari seminggu, maka akan mencapai 140 milyar Dollar.
Kalau kita tambahkan lagi dengan 640 milyar tadi maka akan mencapai 780 milyar dollar. Itu
kerugian mereka. Belum lagi ditambah dengan kerugian bangunan-bangunan yang runtuh itu, yang
kira-kira lebih dari 30 milyar dollar. Kemudian mereka juga menyatakan bahwa
perusahaan-perusahaan penerbangan telah memecat lebih dari 170 ribu pekerja, baik perusahaan
pesawat pengangkut atau perusahaan pesawat penumpang. Sebuah penyelidikan menyebutkan bahwa 70%
rakyat Amerika hingga kini masih trauma dengan bangunan-bangunan tinggi dan pesawat terbang
karena kejadian 11 September itu. Pengusaha hotel Amerika yang cukup besar yakni
Intercontinental Company telah memecat 20 ribu pekerjanya. Juga masih banyak lagi
kerugian-kerugian yang harus ditanggung oleh Amerika. Dan semakin hari semakin bertambah.

Jadi bisa diperkirakan bahwa jumlah total kerugian mecapai 1 trilyun dollar.. Alhamdulillah.
Tetapi masih ada kerugian yang lebih besar dari sekadar runtuhnya bangunan tinggi itu. Yaitu
semua teknologi yang kononnya membela hak asasi manusia yang diprakarsai oleh Amerika telah
hancur di mata masyarakat. Hal itu kelihatan ketika pemerintah Amerika melarang media massa
apapun untuk menyiarkan pernyataan-pernyataan saya yang hanya beberepa menit saja.

Sebenarnya mereka telah merasa bahwa rakyat Amerika mulai mengetahui apa yang sebenarnya
terjadi, bahwa kami bukanlah Teroris seperti yang mereka tuduhkan. Tetapi karena kita dimusuhi
di Palestina, Iraq, Sudan, Filipina, Kashmir dan di mana saja, dan serangan itu adalah sebuah
balasan atas apa yang mereka lakukan selama ini, maka mereka lupakan dasar ideologi mereka yaitu
kebebasan berbicara. Jadi masyarakat Amerika dan pada umumnya masyarakat Barat, akan memasuki
kehidupan yang sangat suram, karena semua pemimpin mereka terlibat dengan lobi Zionis hingga
mereka harus membelanya sehidup semati demi mempertahankan kursinya. Sedang Zionis melaksanakan
Teror terbesar dunia dengan membunuhi anak-anak kita yang tak berdosa.

———–
[S]: Seperti yang kita ketahui bahwa dunia memandang serangan 11 September itu adalah sebuah
Teror terhadap rakyat yang tidak berdosa dan sebagainya. Lalu apakah pandangan anda dan
pandangan organisasi yang anda pimpin ini?

[J]: Menurut saya, serangan 11 September justru menunjukkan besarnya kegiatan Teror yang
dilakukan Amerika. Bush sendiri berkata bahwa manusia ini hanya terbagi dua yang pertama
pendukung Bush dan sekutu-sekutunya, dan negara manapun yang enggan untuk mengikuti kelompok
salibis ini maka dia akan di anggap negara teroris.

———–
[S]: Bukankah sikap seperti ini adalah Teror besar?

[J]: Akhirnya, tidak sedikit dari negara-negara lemah yang terpaksa memasuki kelompok salibis
ini Sedangkan pemimpin-pemimpin mereka benar-benar memahami bahwa selama ini kami hanya membela
saudara-saudara kami. Karena itu, jika kita perhatikan pernyataan para pemimpin negara-negara
itu bahwa harus ada penyelesaian total terhadap permasalahan Teror ini dari akarnya

———–
[S]: Lalu apa inti permasalahannya?

[J]: Mereka bilang permasalahan Palestina. Tetapi karena mereka takut terhadap Amerika mereka
tidak berani mengajukan permasalahan ini. Mereka tuduh kita teroris, tetapi mereka sendiri tidak
bisa menyelesaikan permasalahan Palestina. Maka dengan serangan itu, barulah Bush dan Blair sudi
berkata bahwa “Sudah waktunya untuk kita berikan hak pendirian negara Palestina yang merdeka”

Subhanallah… sejak berpuluh-puluh tahun permasalahan ini timbul, baru sekarang mendapatkan
penyelesaiannya? Jadi… mereka tidak akan faham kecuali bahasa serangan dan kematian.
Sebagaimana mereka membunuhi kita, maka seperti itulah yang harus kita lakukan terhadap mereka.

Supaya ada keseimbangan. Dan kini baru pertama kalinya keseimbangan dalam menghormati antara
umat Islam dan kafir itu tercapai. Sebelum ini mereka lakukan apa saja yang mereka inginkan
terhadap kita. Kemudian korbanyya dilarang untuk menjerit kesakitan.

Mereka hancurkan umat Islam, kemudian Clinton muncul di layar kaca dan berkata “Israel berhak
untuk membela diri” seperti yang terjadi setelah Tragedi Qana, bahkan sekadar mengutuk Israel
saja dilarang dan ketika bermulanya masa pemerintahan Bush dan Powell, mereka berkata: “Akan
kami pindahkan kedutaan Amerika di Israel ke kota Jerusalem, dan kota itu akan menjadi ibu kota
Israel.” Lalu bergemuruhlah tepuk tangan di kongres Amerika.

Ini benar-benar sebuah kezaliman, dan mereka tidak akan faham kecuali dengan bahasa kasar
seperti kejadian 11 September itu. Dan Alhamdulillah… peperangan ini telah memasuki bumi
Amerika, dan kami akan meneruskannya hingga mencapai cita cita atau kami mati sebagai Syahid.

———–
[S]: Saya perhatikan jawaban jawaban anda sering menunjuk kepada permasalahan Palestina.
Sedangkan judul perjuangan anda sebelum ini kalau boleh saya katakan adalah seperti yang tertera
dalam sepotong hadis “usirlah orang orang Musyrikin dari Jazirah Arab”. Dan sejak dahulu
perjuangan anda hanya menitik beratkan kepada pengusiran tentara Amerika dari Jazirah Arab.
Tetapi akhir-akhir ini kami perhatikan anda mulai mengubah arah, anda menjadikan permasalahan
Palestina atau yang anda sebut sebagai permasalahan Al-Aqsha sebagai tujuan utama. Apa komentar
anda?

[J]: Sudah tidak di ragukan lagi bahwa jihad hukumnya Fardhu ‘ain di zaman ini. Baik itu untuk
membebaskan Al-Aqsha dan membela saudara seiman di Palestina, Iraq, Kashmir dan sebagainya. Dan
tidak diragukan juga bahwa membebaskan tanah suci dari penjajahan Amerika juga hukumnya Fardhu
‘ain. Tetapi tuduhan bahwa Usamah sekarang mendahulukan permasalahan Palestina dari permasalahan
tanah suci itu tidak benar, karena saya telah memulai mengajak umat Islam untuk memboikot
produk-produk Amerika sejak tahun 1407 H (1987 M). Ketika itu saya katakan bahwa harta-harta
kita di ambil oleh Amerika dan diberikan kepada Yahudi, lalu di gunakan untuk membunuh
saudara-saudara kita di Palestina.

Tetapi kedua dua permasalahan ini hukumnya sama yaitu fardhu ain, dan masih banyak lagi
fardhu-fardhu ain yang lain. Karena itulah garis peperangan yang kami buka sejak dahulu adalah
garis peperangan melawan Yahudi dan Kristen Salibis. Karena kadangkala di satu arah lebih
terbuka dari yang lain, maka kita bergerak di arah itu dengan tanpa melalaikan kewajiban
lainnya. Jadi bermulanya gerakan Intifadhah pada bulan Rajab dahulu telah memanggil kami untuk
menitik beratkan permasalahan ini. Perpindahan ini hanyalah sebuah perpindahan dari kewajiban
kepada kewajiban. Perpindahan seperti ini menurut saya tidak ada salahnya. Karena semuanya sama
saja, memukul Amerika demi membela Palestina juga berarti memukulnya untuk membela tanah suci.

———–
[S]: Baiklah Syaikh, anda telah berfatwa akan wajibnya berjihad melawan Yahudi dan kelompok
salibis, tetapi kami lihat ada fatwa-fatwa ulama yang lain, yang selaras dengan fatwa anda ini,
dan ada juga yang kami temui berlawanan dengan fatwa anda, mereka mempertanyakan: “Mengapa kita
memerangi Yahudi hanya karena dia beragama Yahudi? Atau Nasrani karena dia beragama Nasrani?

[J]: Alhamdulillah, sebenarnya sudah banyak fatwa yang menerangkan masalah ini. Di Pakistan
umpamanya, para ulama yang diketuai oleh Mufti Nizamuddin telah mengeluarkan fatwa dalam masalah
ini. Di tanah suci juga oleh Syaikh Hamud bin Uqla as Syuaibi, semoga Allah memberkahi umurnya.
Beliau adalah ulama besar di jazirah Arab, yang mendukung peperangan melawan Yahudi yang selama
ini membantai umat Islam di Palestina dan sebagainya, yang fatwa ini juga di dukung oleh Syaikh
Sulaiman bin Ulwan, bahkan ada sebuah buku karangan salah seorang pelajar Islam yang menerangkan
tentang hakikat peperangan Salib baru. Semua itu menafikan pernyataan mereka yang menganggap
peperangan ini tidak benar.

———–
[S]: Lalu bagaimana dengan mereka yang terbunuh tanpa dosa?

[J]: Membunuh penduduk sipil dan mereka yang tidak berdosa sebagaimana yang di tuduhkan oleh
mereka yang mengaku sebagai golongan intelektual, adalah pernyataan yang aneh. Siapakah yang
menganggap bahwa anak-anak kita dan penduduk sipil kita bukan masyarakat yang tidak berdosa, dan
darah mereka halal ditumpahkan. Jika kita membunuh penduduk sipil mereka, seluruh dunia menjerit
dan Amerika akan mengajak seluruh sekutunya untuk menghancurkan kita.

Siapakah yang berkata bahwa darah kita tidak berharga dan darah mereka adalah darah yang mahal?
Siapakah yang terus-menerus terbunuh di negeri-negeri kita sejak berpuluh puluh tahun yang lalu?

Lebih dari 1 juta anak-anak mati di Iraq, bahkan hingga kini masih terus berguguran. Tapi kenapa
kita tidak mendengar ada jeritan atau perasaan sedih dari pihak manapun? Telah di riwayatkan
dari Nabi kita Muhammad saw. Dalam sebuah hadis sahih: Ada seorang wanita yang dimasukkan ke
neraka karena anak kucing, yang di ikatnya, dia tidak memberinya makan atau juga tidak
mengizinkannya untuk mencari makan walau di tempat sampah. Ini hanya karena anak kucing, lalu
bagaimana dengan jutaan nyawa umat Islam yang terbunuh selama ini?

Mana pembelaan para intelektual, mana pembelaan para penulis, manakah mereka yang dihatinya
punya sedikit perasaan kasihan. Kenapa mereka menjerit-jerit jika melihat seorang Yahudi yang
terbunuh, sedang setiap hari Yahudi membantai anak-anak kita. Ada sesuatu yang tidak beres di
sini, yang harus segera di perbaiki. Tetapi tabiat manusia memang selalu mengekor yang kuat.
Mereka jika menuduh kita dengan tuduhan yang tidak terbukti, mereka tahu kita tidak akan
menjawab tuduhan itu.

Jika mereka duduk di pihak Amerika mereka merasa bangga. Ada sebuah cerita tentang seorang raja
Arab yang membunuh salah seorang rakyatnya. Semua orang tahu bahwa raja memang haus darah. Lalu
abang orang yang terbunuh tadi membalas dendam dan membunuh raja itu. Tetapi justeru dia
mendapati hardikan dari masyarakat, mereka bilang, kau bunuh raja itu hanya karena adikmu? Lalu
siapakah yang mengistimewakan darah raja ini dari rakyatnya? Keduanya sama-sama jiwa, begitu
juga di zaman ini jiwa umat Islam juga berharga.

Lalu si abang ini berkata: “Adikku adalah rajaku.” Maka bagi saya semua anak-anak kita di
Palestina adalah raja-raja kami. Oleh karena itu kita bunuh raja-raja mereka sebagai balasan
karena mereka juga telah membunuh raja-raja kami. Ini adalah sesuatu yang di perbolehkan oleh
Syariat dan masuk akal.

———–
[S]: Jadi anda hanya ingin membalas dengan balasan setimpal?

[J]: Ya, dan itu diperbolehkan baik secara Syar’I dan juga secara akal, karena mereka yang
banyak bicara dalam masalah ini sebagiannya berbicara dari segi hukum Syar’inya.

———–
[S]: Apa dalil anda?

[J]: Ada dalilnya, bahwa Rasulullah SAW melarang membunuh anak-anak dan wanita dalam peperangan.
Ini memang benar dan sahih dari Nabi SAW. Tetapi larangan ini tidak mutlak, ada dalil-dalil lain
yang mengecualikan larangan ini. Seperti Firman Allah: Dan jika kamu membalas, maka balaslah
dengan setimpal. (An Nahl:126)

Para ahli ilmu berkata, yakni Al-Imam Ibnul Qayyim dan Syaukani dan ulama-ulama Islam lainnya,
begitu juga Imam Qurtubi dalam tafsirnya menyatakan bahwa jika orang orang kafir itu sengaja
membunuhi anak-anak dan wanita kita, maka boleh bagi kita untuk melakukan hal yang sama sebagai
pelajaran bagi mereka agar mereka berhenti. Adapun mereka yang bersuara bahwa tidak patut bagi
kita untuk membunuh anak-anak mereka sebenarnya mereka bicara tanpa dasar.

Dan pemuda-pemuda yang telah berhasil melakukan serangan itu, mereka tidak bermaksud untuk
membunuh anak-anak. Tetapi mereka menyerang markas terbesar kekuatan militer yang terkuat di
seluruh dunia. Gedung Pentagon yang ditempati lebih dari 64 ribu pekerja itu adalah markas
tentara dan pusat pengendalian.

———–
[S]: Lalu bagaimana dengan World Trade Center di New York?

[J]: Yang terbunuh di bangunan WTC adalah pakar-pakar ekonomi, dan WTC bukan taman kanak-kanak.
Yang berada di dalam bangunan itu adalah golongan yang mendukung sebuah kekuatan ekonomi yang
membuat kerusakan di bumi. Jadi marilah kita jujur dalam memandang. Perbaiki kembali perhitungan
anda, karena serangan itu hanyalah sebuah balasan dari apa yang telah dilakukan oleh mereka
sendiri.

———–
[S]: Syaikh Usamah, kita lihat sekarang Media massa berbicara bahwa anda memimpin sebuah
organisasi yang mempunyai jaringan yang meluas. Dan katanya kekuatan Al-Qaeda ini juga cukup di
segani. Anda menggunakan kekuatan ini untuk melaksanakan serangan-serangan atas orang-orang
kafir. Anda juga memberikan supply kepada kelompok-kelompok Islam radikal lainnya. Yang ingin
saya tanyakan adalah seberapa besar hubungan antara Al-Qaeda, dengan seseorang yang bernama
Usamah bin Ladin?

[J]: Saya ulangi apa yang telah saya katakan tadi, bahwa hal ini bukan khusus bagi saya. Bukan
juga khusus bagi Al-Qaeda. Kita adalah anak-anak umat Islam, pemimpinnya Muhammmad SAW. Robb
kita satu yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala, dan Nabi kita satu yaitu Muhammmad SAW. Kiblat kita
satu, dan kita adalah umat yang sama. Kita juga mempunyai kitab yang sama. Kitab ini mengikat
kita dengan ukhuwah Iman. Jadi setiap mukmin adalah saudara. Jadi permasalahan ini bukan seperti
yang digambarkan Barat bahwa peperangan ini antara Amerika dan Al-Qaeda, sebenarnya sebutan
Al-Qaeda adalah sebuah nama lama.

Nama ini tumbuh dengan tanpa sengaja. Dahulu saudara Abu Ubaidah Al-Pansyiri telah membuat
sebuah kamp latihan untuk melawan pasukan tempur Russia yang teroris itu, maka kamp itu kami
namai dengan “Qaeda” yang dalam bahasa arab berarti markaz pusat latihan.

Kemudian nama itu tumbuh dengan sendirinya. Sebenarnya kita tidak terpisah dari umat ini. Mereka
adalah saudara kami dan kami juga saudara mereka. Lihat saja demonstrasi-demonstrasi yang
tersebar dari negeri timur Filipina, Indonesia hingga ke negeri-negeri Barat sampai ke
Mauritania.

Kita berbicara tentang umat, adapun pemuda-pemuda yang telah mengorbankan diri mereka di New
York dan Washington itu, mereka adalah wakil-wakil umat ini, mereka menyatakan bahwa harus ada
pembalasan atas orang-orang zalim itu.

Bukan semua Teror itu tercela. Ada Teror yang baik dan ada yang tercela. Umpamanya kita lihat
penjahat-penjahat itu merasa takut dengan polisi. Lalu apakah kita katakan kepada polisi itu
bahwa anda adalah teroris karena selalu menteror (menakut nakuti) penjahat?

Tentu tidak, karena Teror polisi terhadap penjahat ini adalah Teror yang terpuji dan baik. Dan
Teror para penjahat terhadap masyarakat adalah Teror yang tercela. Amerika dan Israel sekarang
melaksanakan Teror tercela ini. Dan kami melaksanakan Teror baik yang akan menghentikan mereka
dari terus-menerus membantai anak-anak kita di Palestina dan sebagainya.

———–
[S]: Lalu apakah strategi organisasi Al-Qaeda ini terhadap negara-negara Arab, dilihat dari segi
dukungan beberapa negara-negara Arab terhadap tuduhan Amerika tentang keterlibatan anda dengan
serangan 11 September itu? Kita lihat beberapa negara Arab sangat keras mengecam anda dan apa
jawaban anda terhadap kecaman keras dari menteri dalam negeri Saudi Arabia?

[J]: Saya ulangi lagi, bahwa sebenarnya kami adalah sebagian dari umat ini, dan tujuan kami
adalah membela umat dan mencabut hukum buatan manusia yang selama ini dipaksakan oleh Amerika
atas negara-negara umat Islam. Tujuan kami adalah menjadikan umat ini di bawah hukum Robb-nya
yang telah menciptakan mereka.

Saya telah mendengar sebagian dari ucapan menteri dalam negeri Saudi yang telah menuduh saya
mengkafirkan umat Islam. Nauzubillah…kami menganggap semua umat Islam adalah Muslimin. Dan
kami tidak mengkafirkan seseorang pun kecuali yang telah melakukan sesuatu perbuatan yang
membatalkan ke-Islamannya Seperti yang telah di jelaskan oleh para ulama Muslimin.

Tujuan kami adalah untuk menyatukan umat ini di bawah naungan Kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya
SAW. Kami juga ingin mendirikan kembali kekhilafahan Islam yang telah diberitahukan oleh Nabi
kita SAW dalam sebuah hadits sahih, bahwa kekhilafahan yang suci pasti akan datang kembali di
akhir zaman nanti dengan izin Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Tetapi umat ini harus menyatukan kekuatannya untuk menghadapi serangan salibis ini. Karena
serangan Amerika ke Afghanistan, adalah sebuah permulaan Perang Salib atas umat Islam. Perang
salib kali ini adalah yang paling mengerikan dibanding perang salib yang terjadi sebelumnya.
Bush sendiri telah menyebutkan dengan lisannya sendiri “Crussade” yakni Perang salib.

Anehnya, kita selalu dituduh dengan pernyataan-pernyataan yang sebenarnya tidak pernah kami
lafazkan. Lalu sebagian umat Islam mempercayai tuduhan itu, seperti yang baru anda sebutkan
tadi, saya dituduh mengkafirkan umat Islam, Nauzubillah…Saya tidak pernah menyatakan hal itu,
tetapi ketika Bush benar-benar berkata “Perang salib” mereka mencari-cari alasan untuk
menafikannya “Ooo tidak, tidak, dia tidak bermaksud perang salib yang itu” sedang Bush
benar-benar menyatakannya dan dia benar-benar bermaksud perang Salib..!!.

Jadi dunia kini terbagi dua, dan dalam hal ini Bush telah jujur, yakni hanya ada dua pilihan,
bersama Amerika, atau bersama teroris atau juga bisa disebut, anda mau ikut tentara Salib atau
bersama tentara Islam..

Gambaran Bush sekarang adalah seperti orang yang berdiri di depan barisan dan membawa salib yang
besar. Saya bersumpah dengan nama Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahwa barang siapa yang ikut di
belakang Bush maka telah murtad dari agama Allah..

Dan hukum ini adalah hukum yang sangat jelas tertera di dalam kitab Allah. Dan tidak sedikit
dari ulama Islam yang telah menfatwakan hal ini, dengan dalil firman Allah (Al-Maidah: 51), “Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi
pemimpin-pemimpin (mu); sebagian mereka adalah pemimpn bagi sebagian yang lain. Barangsiapa
diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan
mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” Para ulama
berkata: Barangsiapa yang berloyalitas kepada orang kafir, maka ia telah kafir.

Dan bentuk sebuah loyalitas yang paling nyata adalah Al-Munasharah (bekerjasama) baik dengan
lisan atau anggota badan. Jadi barangsiapa yang mengikuti Bush dalam menyerang Islam kali ini,
telah kafir kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Dan dalam firman Allah (Al-Maidah: 52- 53), “Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada
penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani),
seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana.” Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan
kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka
menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka. Dan orang-orang yang
beriman akan mengatakan: “Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah,
bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu “Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka
menjadi orang-orang yang merugi.”

Imam Ibnu Katsir berkata dalam tafsir ayat ini: “Pada awalnya para sahabat tidak mengetahui
bahwa dedengkot munafiqin (Abdullah bin Ubay bin Salul) telah kafir. Lalu ketika terjadi
permusuhan antara umat Islam dan Yahudi, dan Rasulullah SAW ingin menghancurkan umat Yahudi,
dedengkot munafiqin ini bergerak mendukung pihak Yahudi, dan berbalik memusuhi Rasulullah SAW.

Maka turunlah ayat itu, jadi orang yang mendukung orang-orang kafir, dia dihukumi kafir. Dan
ayat yang setelah itu masih menerangkan permasalahan yang sama, (Al Maidah: 54). “Hai
orang-orang yang beriman, barangsiapa diantara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah
akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka an merekapun mencintai-Nya, yang
bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang
kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela.
Itulah karunia Allah, diberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas
(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”.

Jadi saya nasehatkan kepada seluruh umat Islam agar berhati-hati dalam mendukung Yahudi dan
Nasrani. Dan siapapun yang sudah terlanjur, walau hanya dengan lisan,…. maka hendaknya ia
memperbarui imannya dan bertobat kepada Allah Subhanahu Wata’ala..
———–
[S]: Walau hanya dengan lisan?

[J]: Ya… walau hanya dengan lisan, dia telah murtad dari agama Islam.

———–
[S]: Kalau begitu anda telah mengkafirkan jumlah yang besar dari umat ini?

[J]: Tidak, tidak benar… hukum ini adalah hukum yang paling nyata dalam kitabullah.

———–
[S]: Bagaimana dengan pemerintah negara-negara Arab dan Islam?

[J]: Semua yang melakukan hal itu,… tidak perlu kita sebutkan si fulan atau si allan.
Kenalilah Al-Haq, maka akan kau kenali penganutnya. Jangan kau kenali Al-Haq itu dengan melihat
kelakuan seseorang. Ini, Kitab Allah telah nyata. Walaupun seluruh dunia ini bersepakat untuk
mengubah salah satu hukumnya, keimanan kami tetap tidak akan berubah. Dan kini hanya ada dua,
Al-Haq atau bathil, Islam atau kufur.

———–
[S]: Tidak adakah uzur bagi orang-orang yang terpaksa? Sebagai contoh umpamanya Negara Qatar,
negara ini kecil, jika dia tidak mengikut kehendak Amerika, dia akan di hancurkan. Apakah tidak
ada uzur dalam keadaan seperti ini?

[J]: Dalam hal ini, hal yang berkenaan dengan penghapusan agama Islam dan nyawa umat Islam,
keterpaksaan yang mereka nyatakan itu tidak termasuk dalam bentuk keterpaksaan yang di bolehkan
dalam syariah.

Sebagai contoh… suatu hari pemimpin Qatar memerintahkan polisinya untuk membunuh anak anda.
Lalu jika kita tanyakan kepada polisi itu “mengapa anda bunuh anak ini?” lalu dengan mudah dia
menjawab bahwa dia terpaksa. Nah… akan habislah nyawa umat ini hanya karena alasan seperti
itu. Alasan seperti itu tidak termasuk uzur dalam syariah.

Bukanlah jiwa polisi itu lebih mulia dari anak yang terbunuh itu, kalau umpamanya polisi
menolak,…dia akan dizalimi. Tetapi dia tetap tidak berhak untuk membunuh jiwa muslim yang lain
hanya demi mempertahankan nyawanya.

———–
[S]: Apa pendapat anda dengan anggapan bahwa anda anti toleransi?

[J]: Hakikat ini tidak bisa ditutup-tutupi hanya dengan anggapan seperti itu, bagi kami apa yang
diajarkan oleh Al-Qur’an dan Sunnah itulah yang kami terima, dan kaum Yahudi dan Nasrani untuk
menutup-nutupi serangan mereka terhadap umat ini, mereka persembahkan sesuatu yang namanya dunia
modern dan sayangnya yang tertipu justeru para intelek umat Islam, mereka tipu umat ini dengan
sebutan “perdamaian” sedangkan itu semua adalah dongeng yang tidak akan pernah terjadi.

———–
[S]: Perdamaian?

[J]: Perdamaian yang mereka gembar-gemborkan itu sebenarnya untuk membius umat Islam supaya
mudah disembelih, sedang pembunuhan umat Islam tetap berlangsung, kemudian jika kita bergerak
untuk mempertahankan diri, mereka bilang kita golongan teroris. Rasulullah SAW bersabda: “Tidak
akan terjadi hari kiamat, hingga umat Islam memerangi Yahudi, hingga Yahudi bersembunyi dibalik
batu dan pohon, dan batu atau pohon itu berkata “wahai Muslim, wahai hamba Allah, ini ada Yahudi
bersembunyi di belakangku kemarilah dan bunuhlah dia” kecuali pohon Gharqad, karena dia adalah
pohon Yahudi”.

Jadi barangsiapa yang menafikan permusuhan Islam dengan Yahudi maka telah mengingkari apa yang
telah diwahyukan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Muhammad SAW. Peperangan antara kita dan
musuh-musuh Allah akan berlanjut hingga hari kiamat, dan tidak ada kata Damai, Nobel perdamaian
itu hanya di berikan kepada penjahat-penjahat kelas dunia. Lihat saja Anwar Sadat, yang terkenal
telah menjual bumi umat Islam kepada Yahudi itu diberi hadiah Nobel perdamaian…Jadi kita kini
di zaman seperti yang disebutkan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadis sahih.

“Akan datang kepada umat manusia tahun-tahun penipuan, di mana si penipu lebih dipercayai dari
si jujur dan orang yang amanah banyak dikhianati, dan Ar-Ruwaibidhah berbicara di waktu itu.
Rasulullah SAW ditanya: “Apakah itu Ruwaibidhah wahai Rasulullah?” beliau bersabda: “Orang bodoh
yang pandai berbicara.”

Dan inilah yang sedang kita lihat, keadaan dunia kita hari ini. Jadi perdamaian itu hanya
tipuan. Tetapi dengan izin Allah pertolongannya telah dekat, dan akan tiba tidak lama lagi.

———–
[S]: Jadi bisa kita ambil inti pernyataan anda bahwa kebanyakan umat Islam kini terperangkap
dalam jaring perang salib yang ditebar oleh pihak Kristen. Lalu menurut anda bagaimana jalan
keluarnya?

[J]: Kita sekarang dalam peperangan yang sengit melawan Yahudi dan penolong-penolongnya dari
golongan Nasrani dan Yahudi sendiri. Kita tidak akan henti-hentinya dalam membunuh Yahudi Isarel
yang tidak henti-hentinya membunuhi anak-anak kecil kita dan menguasai tanah suci Al-Aqsha
dengan paksa.

Dan barangsiapa yang ikut ke dalam benteng mereka, maka jangan menyesali diri di kemudian hari.
Jika anda tanyakan bagaimana jalan keluarnya, maka jalannya ada di tangan mereka.

Adapun kami, kami hanya mempertahankan diri, kami diserang maka kami membalas, jadi yang
menyerang harus menghentikannya. Adapun Yahudi, memang kita telah diberitahu oleh Rasulullah SAW
bahwa peperangan antara Islam dengan Yahudi hingga hari kiamat. Tetapi Amerika mengorbankan
dirinya dan rakyatnya sejak lebih dari 53 tahun yang lalu. Dialah yang pertama mengakui negara
Israel, dan dialah yang memeliharanya, dan dialah yang membantunya.

Dialah yang pertama membuat garis penerbangan bantuan secara langsung di tahun 1973 dari Amerika
ke tel Aviv. Dengan persenjataan, personal, dan sebagainya, hingga mengubah jalannya peperangan.
Lalu bagaimana bisa kita biarkan? Bahkan menjadi kewajiban setiap muslim untuk memeranginya.

Kami hanya mengeluarkan sedikit pernyataan, tetapi ternyata telah menggentarkan Negara Salib
Amerika dan dunia sampai mereka membuat isu yang lucu. Mereka bilang bahwa dalam ceramah-ceramah
Usamah ada sandi-sandi yang ditujukan kepada teroris dunia. Sepertinya kita sedang hidup di
zaman batu, tidak ada kemudahan pos, tidak ada telefon, tidak ada internet dan sebagainya, jadi
lucu sekali..

Apa yang saya ucapkan hanya beberapa kalimat, yaitu bahwa Amerika tidak akan merasa aman lagi
selagi Israel masih bercokol di bumi Palestina… nah… pernyataan ini ternyata telah membuka
kedok Amerika yang selama ini selalu mendahulukan kemaslahatan Israel walaupun harus
mengorbankan kemaslahatan rakyatnya.

Jadi jika Amerika mau keluar dari permasalahan ini, mudah saja… keluarlah dari bumi Jazirah
Arab dan hentikan bantuannya kepada Israel, dan jangan ikut campur urusan umat Islam. Tawaran
ini jika kita berikan kepada seorang anak kecil di taman kanak-kanak pasti akan dia selesaikan
dengan mudah. Tetapi Bush tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini, kecuali jika pedang sudah
terhunus di lehernya nanti.

———–
[S]: Baiklah Syaikh Usamah, apakah pesan anda kepada ummat Islam?

[J]: Saya tegaskan di sini bahwa dalam peperangan salib ini akan kita teruskan hingga kita
menemui Allah SWT. Dan terus akan kita ajak umat ini untuk bergerak bersama. Dan peperangan itu
kini sedang terjadi. Jadi negara mana saja yang ikut ke dalam benteng Yahudi, hendaknya jangan
menyesali dirinya di kemudian hari nanti.

Dan keterangan Syaikh Sulaiman Abu Ghaits dalam pernyataan resminya bahwa serangan akan di
konsentrasikan ke Amerika dan Inggris. Itu bukan maknanya hanya dua negara ini saja yang
memusuhi umat Islam, tetapi itu semua hanyalah untuk memberi waktu kepada negara-negara yang
lain untuk berfikir kembali.

Coba fikir…apa urusan Jepang dalam peperangan ini? Apa yang memaksa Jepang untuk ikut campur
tangan dalam peperangan sengit ini? Dan saya yakin Jepang tidak akan mampu untuk ikut campur
dalam peperangan ini, jadi cobalah fikirkan kembali. Dan apa juga urusan Australia dengan korban
perang salib di Afghanistan ini? Lalu apa juga urusan Jerman? Sebenarnya mereka semua diikat
dengan satu ikatan yaitu ikatan kekufuran dan Salibiah.

Jadi perang salib ini seperti perang perang salib yang lalu, Richard, dan Barbarosa dari Jerman,
dan Louis dari Perancis. Dan kini hal serupa terjadi, ketika Bush mengangkat salib, mereka
berlomba-lomba untuk mengikutinya. Lalu apa urusan negara-negara Arab yang sampai berani ikut
secara terang-terangan. Mereka lebih senang untuk tinggal di benteng kufur dunia. Jadi
barangsiapa yang ikut membantu benteng salib walau hanya dengan lisan, atau bantuan logistik,
maka dia wajib diperangi. Lalu apakah kamu memberikan bantuan logistik untuk membunuh anak-anak
umat Islam? Bagaimana kita bisa mempercayai orang yang kononnya mencarikan bantuan untuk korban
peperangan di Afghanistan, sedang dia adalah penyebab utama masuknya tentara salib ke tanah
suci.

Bagaimana kita mempercayainya, sedang dialah yang meyebabkan terbunuhnya lebih dari dua juta
bayi di Iraq. Lalu apakah mereka ini tidak memiliki perasaan? Apakah mereka tidak punya iman?
Bagaimana iman mereka bisa sah sedang mereka membantu orang-orang kafir untuk membunuhi umat
Islam?

Mereka yang banyak bicara tentang hak asasi manusia di Amerika, tidak pernah merasakan sedihnya
kehilangan anak. Mereka juga tidak pernah mau tahu tentang apa yang sedang dialami oleh
anak-anak kita di Palestina. Mengapakah saudara-saudara kita di Palestina harus hidup dalam
ancaman pesawat-pesawat helikopter Israel, mereka ditembaki di rumah-rumah mereka, bersama anak
dan isteri mereka, sedang orang-orang bodoh itu berpura-pura menangisi korban serangan 11
September di Amerika dan mereka tidak pernah sekalipun menangisi korban Palestina.

Apakah mereka tidak takut dengan akibat perbuatan itu? Sedang Rasulullah SAW Bersabda: “Barang
siapa yang tidak pernah berperang melawan orang kafir maka akan dikenai kiamat sebelum hari
kiamat”

Takutlah kepada Allah dan lepaskanlah boikotmu atas anak-anak yang tidak berdosa itu. Adapun
Barat,… terserah mereka…. Eropa mau ikut campur…. silahkan memang itu urusan mereka. Dan
bagi kami, pasti akan kami perangi siapa saja yang ikut ke dalam benteng Yahudi.

Dan Amerika dengan rakyatnya juga bebas, mereka ikut dalam benteng Yahudi,.. jadi bersiaplah
dengan pukulan kami nanti. Bagi kami,… kami sedang berada dalam ibadah jihad, Rasulullah SAW
bersabda: “Berdirinya (seseorang muslim) sejenak di saf (benteng umat Islam) adalah lebih baik
dari beribadah selama 60 tahun.”

Lalu kelebihan apakah yang lebih besar dari ini? Di dalamnya ada keridhaan Allah SWT, dan kita
perjuangkan agama ini. Kepada umat Islam saya pesankan, agar mereka yakin dengan pertolongan
Allah SWT dan sahutlah perintah Allah dan rasul-Nya dengan berjihad melawan kekufuran dunia.
Demi Allah beruntunglah orang yang mendapat Syahid dalam peperangan ini. Beruntunglah orang yang
sudi berdiri di bawah panji-panji Muhammmad SAW untuk memerangi kesatuan salib dunia. Hendaknya
setiap Muslim sanggup untuk bergerak membunuh orang-orang Amerika yang berada di benteng salibis
itu. Karena hal itu merupakan kewajiban utama di zaman ini. Dan hendaknya mereka mengingat
ajaran Nabi SAW ketika beliau ajarkan kepada Ibnu Abbas ra.: “Wahai anak… akan ku ajarkan
kepadamu beberapa kalimat. Jagalah batasan-batasan perintah Allah, pasti Dia akan menjagamu,
taatilah perintah-perintahnya, pasti Dia kan bersamamu. Jika kau meminta maka mintalah kepada
Allah, dan jika kau ingin meminta tolong maka mintalah dari Allah. Dan ketahuilah bahwa jika
seluruh umat ini berkumpul untuk menolongmu, pasti mereka tidak bisa menolongmu kecuali dengan
apa yang telah Allah tuliskan bagimu. Dan walaupun mereka bersepakat untuk menghancurkanmu,
mereka tidak akan bisa mengganggumu kecuali sekadar apa yang telah Allah tuliskan ke atasmu.
Pena (penulis taqdir) telah di angkat, dan tintapun telah mnegering”.

Maka jangan berfikir panjang lagi untuk membunuh orang Amerika, lakukanlah dengan Barakah Allah.
Dan ingatlah pahala Allah di akhirat nanti, dengan tempat mulia bersama Nabi mulia SAW.

Dan akhirnya, saya panggil saudara-saudaraku di Pakistan, dengan memandang sikap pemerintah
Pakistan yang sudi menjadi salah satu bagian dalam benteng salibis itu, pergerakan
saudara-saudara kita di Pakistan akan menjadi pukulan yang hebat bagi benteng salibis itu.

Dan barangsiapa yang berpihak dengan Amerika, baik itu hanya memberi kemudahan logistik atau
kesehatan atau sebagainya adalah kekufuran yang nyata. Maka wajib atas umat Islam di Pakistan
untuk bergerak dengan sebaik mungkin untuk membela agama Allah SWT. Agama ini telah memanggil
mereka….Wahai umat Islam… Wahai umat Islam… Wahai umat Islam…!!!

Bukankah telah ku sampaikan…? Ya Allah saksikanlah…!!! Bukankah telah ku sampaikan…? Ya
Allah saksikanlah…!!! Bukankah telah ku sampaikan?… Ya Allah saksikanlah…!!!

Published By : Ibnu Jabir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: