Komando Al-Qaeda atas Perang Salib ( Bag. 1 )

Syaikh Abdullah Azzam:
“Teror Adalah Sebuah Kewajiban Dalam Kitabullah”

Saat ini jihad hanya menjadi bahan wacana pada sebuah masjid yang tenang yang dimulai dengan
pepsi dan diakhiri dengan nasi dan daging.Jihad hanya pertemuan tiga pemuda yang membaca buku di sebuah tempat dan sebuah masjid. Menulis
artikel di surat-surat kabar yang hasil uangnya lebih banyak dari isinya. Menulis sebuah buku
tentang jihad. Tanpa ada pengamalannya.

Tapi ia belum pernah menembakkan sebutir peluru pun apalagi pergi beribath satu malam di jalan
Allah.

Saudara-saudara, kami ajak pemuda-pemuda Islam kembali mengikuti ajaran Muhammad SAW dan
mencontohi apa yang telah beliau laksanakan. Dan kami ajak menuju kemari datang kelembah-lembah
dan pegunungan ini, supaya hati mereka menjadi jernih kembali dan iman mereka bertambah mantap.

Nyatakan kepada orang kafir dan sallibis, bahwa kami adalah teroris, karena teror itu adalah
sebuah kewajiban yang tercantum dalam Kitabullah. Dunia timur dan barat harus tahu bahwa kita
adalah teroris dan ekstrim. Itu tercantum dalam surat Al-Anfal ayat 60:

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda
yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah,
musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya.
Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan
kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).”

Jadi menteror musuh-musuh Allah adalah sebuah kewajiban dari Allah Subhanahu Wata’ala.

 

 

Syaikh Usamah bin Ladin:
“Membunuh Orang Amerika Adalah Inti Keimanan Dan Tauhid.”

Wahai para pengikut Muhammad…Hari ini kami benar-benar mengikuti ajaran Muhammad Shallallohu ‘alaihi Wasallama. Kami keluar
di tengah terik matahari untuk mempertahankan Laailahaillallah, sebagaimana yang telah berlaku
di perang Tabuk. Beliau keluar bersama para sahabat tanpa meninggalkan seorangpun di Madinah.
Adapun mereka enggan ikut dengan alasan sibuk mengajar agama pada umat, mereka sebenarnya belum
memahami konsep atau manhaj Muhammad Shallallohu ‘alaihi Wasallama. Beliau ajak semua sahabat
bersama para Alim Ulama juga mereka yang jujur imannya. 30 ribu orang sahabat keluar dari
Madinah demi membela Laailahaillallah, ketika mereka mendengar Roma menyusun kekuatan untuk
menentang Laailahaillallah. Jadi mempertahankan Laailahaillallah harus dengan pergerakan jihad,
bukan hanya dengan ilmu tapi juga dengan amalnya.

Harus ada sikap perlawanan yang tegas dan jujur demi mencari keridhaan Allah Subhanahu Wata’ala.
Dan harus di ketahui bahwa kehidupan di dunia ini hanya kenikmatan yang menipu. Dan setiap
muslim yang mampu berjihad dan beri’dad, haruslah segera melaksanakannya hingga ia dapat bertemu
Allah Subhanahu Wata’ala dalam keadaan ridlo kepada-Nya.

Wahai saudara-saudaraku yang tercinta, sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’ala telah membebankan
kepada kita satu kewajiban yang amat besar. Demi Allah!! Robb yang Maha Benar kita telah
meninggalkan rumah, dan tanah air serta keluarga kita, kecuali untuk mengharap keridhoan Allah
dan menegakkan kembali panji-panji Laailahaillallah dan demi menghinakan musuh-musuh Islam, dan
menghancurkan thoghut dan penyembah anak-anak kera dan babi (Yahudi dan Nasrani). Kita binasakan
mereka, supaya mereka ketahui siapa sebenarnya mereka.

Wahai saudara-saudaraku!!! kamu membawa panji saudara-saudaramu yang telah  mempersembahkan
nyawa-nyawa mereka kepada Allah. Mereka adalah: Panji Riyadh Al-Hajiri, Abdul Aziz Mu’thimu,
Mushlih Ash Shahroni, dan Kholid Said. Siapakah Kholid Said? Beliau adalah seorang yang hafal
Al-Qur’an kemudian mempersembahkan nyawanya di jalan Allah. Dan siapakah Abd. Aziz Al Mu’thim?
Beliau adalah seorang yang telah mencurahkan segala hartanya demi untuk menegakkan Agama Allah.
Beliau juga telah membelanjakan hartanya untuk membantu saudara-saudaranya di seluruh dunia. Dan
siapakah Muslih? Beliau adalah orang yang ketika mengetahui kebenaran, langsung mengamalkannya,
tanpa menghiraukan celaan orang lain. Dan siapakah Riyadh Al-Hajiri? Beliau adalah seorang yang
senantiasa menangis karena takut kepada Allah, beliau juga selalu berpesan: ” Kalau benar kita
cinta kepada Allah maka leher ini harus di korbankan demi membela Laailahaillallah.

Wahai saudara-saudaraku kami disini sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi mereka dan
membayar darah mereka yang ditumpahkan oleh anak- anak babi dan kera itu. Amerika dan Yahudi
yang senang melihat darah-darah ummat Islam yang tertumpah. Inilah kami, yang sedang
mempersiapkan diri dan meluangkan pada dunia. Sesungguhnya kami tetap akan maju sambil menyeru
“Wahai bumi wahyu…………, bersabarlah!!!!!!!!! kemenangan akan datang setelah usaha.

Tujuan-tujuan utama latihan-latihan ini adalah berjihad untuk menegakkan kalimah
Laailahaillallah, sesungguhnya saudara-saudaramu di Palestina telah lama menunggu dalam suasana
yang lebih panas dari bara. Mereka menunggu operasi-operasimu di Amerika dan Israel.

Ketahuilah!!!! Bumi Allah ini sangat luas dan titik penting mereka ada di mana-mana. Maka
berusahalah segala upaya untuk menghantam mereka, supaya Kalimah Allah tetap tegak.

Harus diketahui bahwa seorang mujahid yang pantas mendapat pertolongan Allah harus mempunyai dua
syarat :

*- PERTAMA: persiapan fisik berupa latihan dan penguasaan senjata,
*- KEDUA: persiapan berbekal iman, yakni mentaati, mencintai dan takut kepada Allah Subhanahu
Wata’ala.

Satu-satunya jalan untuk menebus kembali kehinaan dan kekafiran yang menguasai bumi Islam ini
adalah dengan JIHAD, peluru dan operasi-operasi syahid. Saya berharap supaya Allah senantiasa
meneguhkan kita diatas jalan ini sehingga kita menerimanya dalam keadaan Dia Ridho kepada kita.
Dengan kelengkapan yang sedikit, beberapa buah RPG, beberapa buah ranjau darat, beberapa buah
Kalashinkov mereka berhasil menghapuskan cerita tentang Rusia yang dipercayai oleh semua manusia
dan juga menghancurkan senjata-senjata militer mereka. Maka hilanglah apa yang dinamakan SUPER
POWER dari ingatan kita.

Firman Allah : Surat Al Anfaal ayat 17
“Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh
mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allahlah yang melempar (Allah
berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang
mu’min, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Kami yakin Amerika jauh lebih lemah dari Rusia, kami mendengar cerita dari saudara-saudara kami
yang mengikuti JIHAD di Somalia. Mereka menyaksikan sesuatu yang aneh, yaitu kelemahan,
ketidakberdayaan dari sifat pengecut yang ada pada tentara Amerika. Baru saja 80 orang mereka
terbunuh, mereka sudah lari terbirit-birit dimalam yang gelap gulita sambil menjerit-jerit.

Orde Baru kepada dunia. Tetapi kemenangan akan tiba insya Allah di semenanjung Arab yang akan
menimpakan Amerika akan mimpi ngeri di Vietnam dan Libanon.

Adakah manusia masih belum paham bahwa jazirah Arab telah dijajah dan dibawah kendali Amerika
Zionis tempat turunnya wahyu dan tempat tinggal Nabi Muhammad Shallallohu ‘alaihi Wasallama
beserta para sahabatnya berada di bawah kekuasaan Roma yang terdiri dari Yahudi dan Nasrani
Lahaula walla Quata illa Billah. Sesungguh Jihad melawan Amerika adalah inti keimanan dan
Tauhid.

Kami mengajak Ummat Islam supaya mengusir musuh yang telah menjajah tanah kami. Maka ada
beberapa pemuda yang telah menyambut seruan ini, mereka adalah: Kholid Ash Said, Abdul Aziz Al
Muthina, Riyadh Al Hajiri, Muslih Ash Shamroni. Kita mengharap supaya Allah menerima mereka
sebagai Syuhada’ karena mereka telah mengagungkan Ummah dan telah menebus malu akibat
pengkhianatan Kerajaan Arab Saudi sendiri dan kesepakatan mereka dengan Amerika yang mengijinkan
mereka masuk ke tanah suci.

Kami menganggap pemuda-pemuda ini sebagai pahlawan dari Mujahidin yang telah mengikuti jejak
Rosululloh Shallallohu ‘alaihi Wasallama, kami menyeru mereka lalu mereka menyambut seruan kami.
Semoga ALLAH Shallallohu ‘alaihi Wasallama menerima mereka dan semoga keluarga-keluarga mereka
di karuniai kesabaran. Dan supaya ALLAH Shallallohu ‘alaihi Wasallama menjadikan mereka sebagai
pemberi syafaat untuk keluarga mereka dan juga untuk kami di akherat nanti.

Dengan izin Allah telah menggembirakan hati umat Islam di seluruh dunia. Para pemerhati politik
dunia umumnya mengambil kesimpulan bahwa dunia Islam ingin mengusir Amerika. Apalagi ketika
intelejen Amerika melaporkan bahwa ledakan itu merupakan sebuah pukulan yang menyakitkan karena
mereka tidak berhak menerima pukulan seperti ini sejak pengeboman Marine di Libanon. Kedutaan
yang letaknya di Naerobi sebenarnya mewakili 6 kedutaan. Disanalah diputuskannya serangan
terhadap rakyat Somalia hingga membunuh lebih dari 13 ribu orang wanita dan anak-anak. Tempat
itu juga sebagai pusat pembuatan makar untuk memecahkan Sudan dari Naerobi seperti yang sudah di
maklumi bahwa kedutaan Amerika pasti mengendalikan negara yang di tempatinya dan pusat kantor
CIA terbesar di Afrika Timur ada di kedua kedutaan itu dan Allhamdulillah bom yang di letakkan
di sana memang cukup besar dan mereka memang pantas untuk menerimanya supaya mereka dapat
merasakan apa yang kita rasakan di Subra, Satila, Dearyasin, Kona, Kholil dan lain-lainnya.
Gelombang kegembiraan ini benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh umat Islam. Mereka tahu bahwa
Yahudi dan Amerika telah melampaui batas dalam menghina umat Islam. Sedang negara-negara mereka
tidak mau melindungi mereka dan agama mereka maka penggeboman ini adalah sebuah ledakan amarah
yang dilaksanakan oleh beberapa pemuda Islam yang telah mempersembahkan nyawa mereka dalam
mengharap ridho Allah Subhanahu Wata’ala. Dan saya sanggat menghormati mereka karena mereka
telah menghapus kehinaan umat Islam.

“Kau mencatat sejarah, menghimbas kembali memori. Inilah Sholahuddin yang menghunus pedangnya
penuh dengan tetesan darah kuffar. Mengimbas kembali memori Hittin setelah lama menghilang.
Bersama memori Badar dan Khoibar. Pahlawan-pahlawan Islam telah terlahir kembali mulai bergerak
berkobar dalam dendam. Saudaraku di Timur sedang menyiapkan diri sedangkan Kabul telah lama
bersedia. Di  Najd, pemuda-pemuda bangkit untuk berjihad. Di Adn mereka bangkit menghancurkan
kapal perang penghancur. Yang menakutkan kamu dimana saja. Ketika sedang berlabuh dan sedang
berlayar. Dia membelah laut dengan sombongnya. Membuat dongeng, cerita kononnya pahlawan dunia.
Sedang ia berlayar menuju tujuan penuh lagak memamerkan besar badannya. Ia tiba pada sebuah
kapal kecil yang di buai gelombang. Timbul tenggalam di balik gelombang. Seolah mengejek
kekerdilannya. Ia di kepung ombak di setiap penjuru, tapi mungkin si kecil sangat di takuti dan
berbahaya. Tetapi ketika keduanya bertemu. Tentara Muhammad saw Dua Syuhada menyerang sambil
melaungkan Allahu Akbar!!! tentara kafir yang dipimpin oleh perasaan dengki Salibis dan Si
Kaisar. Kecamuk peperangan yang waktunya hanya beberapa saat bahkan mungkin kurang dari itu.
Tapi juga kemenangan pasti terjadi. Tepat pada waktunya tiada cepat atau lambat.
Tengkorak-tengkorak kuffar terguling-guling, sedangkan bangkainya bertaburan di sana-sini.”

Cara terbaik dalam menghadapi mereka dengan bersenjatakan Aqidah yang suci dengan misal senjata
dan aksi yang benar bukan palsu, demi untuk menghancurkan mereka dengan jalan jihad fie sabillah
di setiap medan. Semua ini adalah karena penghinaan dan kepahitan yang dirasakan. Kepada mereka
yang telah mengangkat panjji-panji fie sabillah. Kamu telah berangkat mereka yakinlah kamu telah
memulai maka teruskanlah hingga penghujungnya. Jangan mundur karena itu berarti kalah. Jauhilah
keraguan karena itu membawa kehancuran. Jika kamu menderita, maka sesungguhnya mereka menderita
sepertimu. Tapi kamu mengharap sesuatu dari Allah sedang mereka tidak mempunyai harapan.

Kepada saudara-saudara kami di Palestina kami nyatakan sesungguhnya darah anak-anakmu adalah
darah anak-anak kami. Dan darahmu adalah darah kami juga. Maka darah harus dibayar dengan darah
dan kehancuran harus di balas dengan kehancuran. Kita jadikan Allah sebagai saksi bahwa kami
tidak akan menghampakanmu. Hingga kita menang atau kami harus merasakan seperti apa yang
dirasakan Hamzah bin Abdul Mutholib. Kami berikan kabar gembira kepadamu bahwa bantuan Islam
akan tiba dan operasi Yaman akan berterusan insya Allah.

Demi Allah di Palestina Muslimin tidak bisa berdiam lagi. Kita telah sepakat akan menghadapi
lagi kasus ini dengan warna yang bagus. Yaitu warna darah dan dengan formasi baru yaitu formasi
kemuliaan dan keazaman yang kuat mengharap jannah. Rakyat Palestina telah menghirup gelas-gelas
kedukaan, dan luka Hijaz belum dapat di obati.

“Adakah kamu tetap berdiam!!!…. Adakah kamu berdiam sedangkan para pemimpin gagal
mempertahankan tugas suci? Dan ketua-ketua mereka membantu si kafir.”

“Adakah kamu tetap berdiam? Sedangkan para pedagang enggan mengeluarkan zakat untuk menyiapkan
Mujahiddin.”

“Adakah kamu tetap berdiam? Sedangkan tentara-tentara gagal menyusun barisan untuk berperang?
Apalagi membebaskan Al-Quds dari penjajah sedangkan pahlawan-pahlawan muda belum sempat sembuh
dari lukanya. Dan bayi-bayi belum sempat di kafani mayatnya.”

Mana pemuda-pemuda Islam!!! Bukankah seharusnya mereka menyambut seruan Rob-Nya dan bersiap
sedia?! Sesungguhnya pejuang-pejuang Islam hanyalah sekelompok kecil yang terlukai karena
ketiadaan Nur. Tetapi mereka percaya bahwa khilafah tetap akan tiba tanpa peduli pada luka-luka,
bahwa penghianat adalah sebuah bayangan yang akan hilang dari jalan Jihad. Mereka telah
bersumpah untuk terus berjihad walau di tantang oleh KISRA dan KAISAR.

 

 

 

Bantahan atas Alasan Orang-Orang yang Enggan Berjihad

Sadarlah wahai orang yang benci terhadap jihad yang telah dibebankan kepadanya, yang hendak
berpaling dari sunnah taufiq dan kebenaran. Bahwa sesungguhnya engkau terancam untuk diusir dan
dijauhkan. Dan engkau -demi Allah- telah diharamkan dari kebahagiaan meraih yang engkau
dambakan!! Hal itu tidak lain hanyalah karena sikap tinggal diammu dari berjihad!!.Apa gerangan yang menyebabkanmu diam dari berperang? Dan mengarungi medan-medan pertempuran?
Serta bakhil dari berkorban di jalan Allah dengan jiwa dan harta? Tidak lain penyebab itu
hanyalah panjang angan-angan, atau takut kedatangan ajal, atau berpisah dengan yang dicintai
baik berupa keluarga dan harta, atau anak, pelayan dan kerabat, atau saudara kandungmu, atau
orang dekatmu yang sangat menyayangimu, atau teman baikmu, atau kawan karibmu, atau ingin tambah
amal sholeh dulu, atau cinta istri yang mempunyai kecantikan menakjubkan, atau kedudukan yang
hebat, atau jabatan yang tinggi, atau istana yang megah, atau pakaian yang mewah, atau makanan
yang lezat!

Bukankah sebab-sebab selain ini yang membuatmu tinggal diam dari berjihad dan menjauhkanmu dari
Robbul Ibaad. Demi Allah, ini bukanlah sikapmu yang baik! Tidakkah kamu dengar firman Allah
Ta’ala:

“Hai orang-orang beriman apa sih sebabnya, apabila dikatakan kepada kamu: Berangkatlah untuk
berperang pada jalan Allah kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu?. Apakah kamu puas
dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia
ini dibandingkan dengan kehidupan di akhirat hanyalah sedikit.” (QS. At Taubah:38).

Perhatikanlah olehmu, hujjah-hujjah yang akan saya paparkan kepadamu! Dengarkanlah olehmu,
penjelasan-penjelasan gamblang yang akan saya sampaikan kepadamu. Supaya kamu tahu, bahwa tidak
ada yang membuatmu tinggal diam dari berjihad selain apa yang diharamkan dan tidak ada yang
menyebabkan kamu tertinggal selain karena nafsu dan syaithon.

Bantahan Alasan Pertama: TAKUT MATI
———————————–
Adapun perasaan tenangmu kepada angan-angan panjang, takutmu akan datangnya ajal,
kehati-hatianmu dari kematian yang pasti datang dan ketakutanmu dari jalan yang pasti akan kamu
lalui, maka ini alasan bathil dan hujjahmu itu ngawur dan tertolak.

Demi Allah, sesungguhnya maju berperang itu tidaklah mengurangi jatah umur orang. Dan demi
Allah, mundur dari perang itu juga tidaklah menambah jatah umur orang.

Sedang Allah Ta’ala berfirman:
“Tiap-tiap umat itu mempunyai batas timing ajal; maka jika telah datang ajalnya mereka tidak
dapat mengundurkan barang sesaatpun dan tidak dapat pula memajukannya.” (QS. Al A’raf:34).

Allah Ta’ala berfirman:
“Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan kematian seseorang apabila datang waktu ajalnya.
Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Munafiqun:11).

Allah ta’ala berfirman:
“Tiap-tiap yang berjiwa itu akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami-lah kamu akan
dikembalikan.” (QS. Al Ankabut: 57).

Sesungguhnya kematian itu mempunyai sekarat wahai orang yang sedang terfitnah. Kedahsyatan
tibanya kematian itu amatlah keras hanya saja kamulah yang tidak merasakan. Dan kubur itu ada
siksanya, tidak ada yang selamat darinya melainkan orang-orang sholeh. Dan di dalam kubur ada
pertanyaan dua malaikat yang mengerikan. Sedang Allah Azza wa Jalla berfirman:
“Allah meneguhkan iman orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di
dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa Dia
kehendaki.” (QS. Ibrahim: 27).

Sedang di akhirat kelak ada bahaya besar. Manusia saat itu, kalau tidak menjadi orang bahagia ke
jannah yang penuh kenikmatan atau menjadi orang yang celaka menuju siksa neraka jahim. Wa
naudzubillah min adzaabil jahiim.  Sedang orang yang mati syahid aman dari semua itu. Ia tidak
akan khawatir sedikitpun dari mara bahaya ini. Dan mati terbunuh itu tidaklah terasa sakit bagi
si syahid. Ia hanya merasakan seperti cubitan.

Turmudzi, Nasai dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallahu anhu dari Rasulullah
saw bersabda:
“Orang mati syahid itu tidak merasakan rasa sakitnya terbunuh kecuali hanya sebagaimana rasa
cubitan.” (Sunan Turmudzi juz 3 hal 109, sunan Nasa’i juz 6 hal 36 dan sunan  Ibnu Majah juz 2
hal 937 dengan sanad hasan).

Ya akh!! Lantas apa yang membuatmu tinggal diam dari menggunakan kesempatan ini? Yang setelah
itu kamu akan dijauhkan dari azab kubur, beroleh di sisi Allah tempat tinggal yang baik, aman
dari fitnah pertanyaan dan berbagai kegoncangan dan mara bahaya besar setelahnya. Sedangkan para
syuhada’ itu, di sisi Robbnya mereka hidup dengan dilimpahi rizki. Tak ada ketakutan lagi bagi
meraka dan tidak pula mereka bersedih hati. Mereka riang gembira dengan apa yang Allah limpahkan
kepada mereka dari karunia-Nya seraya ingin sekali rasanya mereka memberi khabar gembira kepada
yang masih hidup. Arwah-arwah mereka berada di leher burung hijau yang terbang ke tempat-tempat
tinggi di surga. Berapakah jauh antara terbunuh dengan mulia ini dengan antara kematian yang
menyakitkan itu? Demi Allah, sungguh perbedaan antara keduanya amatlah jauh. Dan barangsiapa
dilimpahi taufiq itulah orang yang bahagia.

Bantahan Alasan Kedua: CINTA KELUARGA DAN HARTA
———————————————–
Jika kamu mengatakan: Saya terhalangi dari berjihad oleh keluarga dan hartaku, anak-anak dan
kerabatku, maka anda salah dan alasan anda ini bathil lagi tertolak. Allah telah menyatakan
firman-Nya secara gamblang tak samar lagi:
“Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan pula anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami
sedikitpun…”(QS. Saba: 37).

Allah Ta’ala berfirman: Zuyyina linnaasi hubbusy syahawaati. Dijadikan indah pada pandangan
manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, Minnan nisaa-I yaitu wanita, Wal baniina dan
anak-anak, Wal qonaathiiril muqonthoroti harta yang melimpah, minnadz dzahabi wal fidh-dhati
dari jenis emas dan perak, yakni sebagai lambang harta paling mulia dan berharga di mata
manusia, Wal khailil musawwamati dan kuda-kuda pilihan, yakni sebagai lambang kendaraan mewah
yang dibanggakan, Wal an’aami dan ternak, Wal harts dan sawah ladang, yakni pertanian. Kemudian
setelah menyebutkan berbagai aneka kebanggaan duniawi ini, Allah menyatakan, Dzaalika mataa’ul
hayaatid dun-ya itulah kesenangan hidup di dunia, lalu Allah menutup ayat dengan firman-Nya,
Wallahu ‘Indahuu husnul ma-aab. Dan di sisi Allah tempat kembali yang baik yakni surga.

Allah Ta’ala berfirman:
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan,
perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan
anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi
kering dan kamu lihat warnanya menjadi kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada
azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhoan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain
hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Al Hadid: 20).

Ayat-ayat yang semisal ini masih banyak lagi. Dan hujah-hujah sangatlah gamblang lagi terang.
Tirmidzi meriwayatkan dari Sahl bin Saad radliyallahu anhu dari Rasulullah saw bersabda:
“Sekiranya dunia itu bernilai di sisi Allah seberat satu sayap nyamuk niscaya tidak akan Dia
beri minum orang kafir darinya seteguk airpun…”(Sunan Tirmidzi juz 3 hal 383), sedang hadits
tersebut Shahih. Imam Bukhari meriwayatkan dari Sahl bin Saad As Saa’idy radliyallahu anhu dari
Rasulullah saw bersabda: “Tempat cemeti salah seorang kalian di jannah lebih baik daripada dunia
dan seisinya. Berangkat pagi-pagi berperang fi sabilillah atau waktu sore lebih baik daripada
dunia seisinya. Dan selendang bidadari dari penghuni jannah lebih baik daripada dunia dan
seisinya…”(Shahih Bukhari no 2892). Lalu bagaimana kamu bisa terhalangi dari mendapatkan
kerajaan besar di jannah ini, oleh keluarga yang sebentar lagi juga akan mati, yang akan dikoyak
oleh tangan macam-macam serta diceraiberaikan oleh turunnya bencana? Disertai apa yang muncul
dari mereka berupa dendam dan permusuhan, akhlaq buruk dan kedengkian atas bagian-bagian mereka
darimu yang terancam lenyap! Mereka menjauhimu saat sedikitnya harta dan mereka berubah tidak
lagi menyukaimu saat berubahnya kondisi!! Lebih besar dari semua itu mereka akan lari
meninggalkanmu kelak pada hari hisab, mereka akan menuntut atasmu hisab hatta pada perkara
seberat atompun di tempat pemberhentian. Sampai-sampai setiap mereka berangan-angan sekiranya
dapat selamat dan menimpakkan kepadamu dosa-dosa dan beban-bebannya! Atau, bagaimanakah kamu
terhalangi dari jihad oleh harta, yang sebentar lagi pasti akan lenyap, yang saat tiada harta
itu engkau dijauhi oleh teman-teman akrab, hubungan antar sanak kerabat pun retak dan kamu
ditinggalkan oleh semua kawan yang sebelumnya banyak berhubungan? Kemudian pada hari Kiamat
nanti, kamu akan diinterogasi tentang harta: Dari mana engkau dapatkan? Dan ke mana engkau
belanjakan? Duhai alangkah ngerinya pertanyaan itu, di hari ketika anak-anak kecil menjadi
beruban dan dahsyatnya huru-hara! Pada hari itu manusia sangat banyak hingga berdesak-desakkan
dan semakin besar permusuhan. Setiap wanita yang menyusui lupa dengan bayi yang di susuinya dan
setiap wanita hamil melahirkan kandungannya karena hebatnya huru hara. Pada hari itu,
orang-orang berdosa dapat dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka
supaya tidak didengar lagi uzur-uzur dan alasan yang mereka kemukakan! Orang-orang kaya dihisab
atas hartanya yang banyak maupun sedikit, yang mewah maupun yang murah, yang kurang maupun yang
sempurna. Dan kaum faqir akan mendahului masuk jannah di hari itu daripada orang-orang kaya
dengan selisih 500 tahun sebagaimana yang dikhabarkan oleh Rasulullah saw!!

Dari Abu Hurairah rodliyallahu anhu dari Rasulullah saw bersabda: “Fuqoro kaum muslimin masuk
jannah sebelum kaum aghniya’ selisih setengah hari, yakni 500 tahun.” Diriwayatkan oleh Tirmidzi
juz 4 hal 8-9, Ibnu Majah juz 2 hal 1380 dan Ahmad dalam Musnad juz 2 hal 296.

Jika kamu teringat dengan anakmu yang tercinta dan engkau menyayanginya layaknya sayangnya
seorang ayah yang amat sangat sayangnya kepada anaknya, maka ingatlah firman Allah Ta’ala:
“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan atau fitnah bagimu; dan di sisi Allah-lah
pahala yang besar.” (QS. At Taghabun: 15).

Demi Allah, sesungguhnya Allah jauh lebih sayang kepada anak daripada sayangnya ayah dan ibunya,
saudara dan pamannya. Bagaimana tidak, sedang Dia-lah yang telah mengasuhnya sebelum mereka
dengan kasih sayang-Nya ketika dalam kegelapan perut. Dia membolak-balikkannya dengan kelembutan
dan kasih-Nya ketika  dalam rahim ibu dan sulbi bapak!!

Bagaimana engkau bisa tercegah dari negeri penuh kenikmatan dan bersanding dengan Robbul Kariim,
oleh anak yang jika masih kecil engkau dibuat resah olehnya dan jika ia telah dewasa engkaupun
dibuat gelisah olehnya! Jika anakmu itu sehat maka engkau sangat mengkhawatirkannya dan jika ia
sakit maka hatimu pun takut karena lemahnya! Jika engkau ingatkan, ia akan marah dan pergi. Dan
jika engkau nasehati, ia akan dendam dan dengki!! padahal engkau yakin akan kebiasaan durhaka
dari kebanyakan anak!! Jika engkau hendak maju, ia membuatmu pengecut, jika engkau hendak
bermurah dan berinfaq, ia membuatmu bakhil. Dan jika engkau bersikap zuhud, ia membuatmu cinta
dunia! Begitu besar fitnah itu sedang engkau menganggapnya karunia! Begitu merata bala’ itu
sedang engkau melihatnya nikmah! Engkau harapkan kegembiraannya dengan keresahanmu,
kebahagiaannya dengan kesedihanmu, keuntungannya dengan kerugianmu dan bertambahnya dirham dan
dinarnya dengan semakin berkurangnya mizan amalmu!! Engkau bersusah payah diri demi anakmu itu
apa yang diluar kemampuan dan oleh sebab anakmu itu engkau masuk setiap kesempitan!!
Campakkanlah bayangan ini dari benakmu dan serahkan kepada Siapa yang telah menciptakanmu dan
juga menciptakannya dan pasrahkanlah sepeninggalmu dalam perkara rizki anakmu itu kepada Siapa
yang telah menjamin rizkimu dan rizkinya! Bagaimana engkau menyerahkan kepada Allah pengaturan
anakmu itu ketika dalam kerajaan sebesar ini namun tidak engkau pasrahkan kepada-Nya pengaturan
anakmu setelah kematianmu! Apakah kamu punya andil dalam pengaturan anakmu itu sedikit maupun
banyak, padahal hanya milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi serta seisinya dan hanya
kepada-Nya lah tempat kembali!.

Demi Allah, engkau tidak dapat memberi untuk anakmu dan juga untukmu manfaat atau madhorot,
kehidupan atau kematian dan kamu tidak mampu menambah umurnya sesaatpun dan tidak pula rizkinya
sedikitpun. Bisa jadi tiba-tiba kamu diterkam oleh maut lalu kamu sudah tergeletak dalam kubur,
tertawan oleh amal perbuatanmu. Dan sepeninggalmu itu anakmu tercinta menjadi yatim, hartamu
diambil oleh pewarismu entah sebelumnya ia musuhmu atau kekasihmu dan sanak kerabatmu pun
berpisah-pisah!! Saat itu, baru kamu akan mengatakan: Duhai kiranya dulu aku bersama para
syuhada’ sehingga meraih keberuntungan. Lalu dikatakan kepadamu: jauh…jauh sekali. Telah berlalu
apa yang sudah berlalu. Amat besarlah penyesalanmu hari itu. Engkau pun lalu sendirian dengan
apa yang telah engkau kerjakan dulu dari kebaikan dan keburukan! Dengarkanlah firman Allah Al
Azzizul Ghoffar, mengingatkanmu apa yang membuatmu tertipu: “Hai manusia, bertaqwalah kepada
Robbmu dan takutilah suatu hari yang pada hari itu seorang bapak tidak dapat menolong anaknya
dan seorang anak tidak dapat pula menolong bapaknya sedikitpun. Sesungguhnya janji Allah adalah
benar, maka janganlah sekali-kali kehidupan dunia memperdayakan kamu, dan jangan pula syaitan
penipu memperdayakan kamu dalam menaati Allah.” (Luqman: 33). Ini, jika memang anakmu itu
termasuk orang-orang bahagia di akhirat maka jannah akan menghimpun antara kamu dengannya. Dan
jika sekiranya ia termasuk golongan yang celaka maka hendaknya semenjak sekarang jangan
berkumpul lagi antara penghuni jannah dengan penghuni nar, antara orang baik dengan orang
jahat!! Barangkali Allah mengaruniakanmu syahadah sehingga kamu dapat mensyafaatinya. Dan dengan
perpisahanmu itu, kamu sedang dalam rangka usaha  menyelamatkannya dari azab dan janganlah
menjauh untuk melakukan itu. Karena pada hari Kiamat nanti manusia akan lari dari saudaranya,
dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu
mempunyai urusan yang cukup menyibukkannnya. Sesunggu tetapi harga aktivitas Departemen
Pertahanan diliputi di amerika serikat.   hnya ini benar-benar keterangan yang agung. Dan Allah
menunjuki siapa yang Dia kehendaki kepada jalan yang lurus. 

Bantahan Alasan Ketiga: CINTA NEGERI DAN KEDUDUKAN
————————————————–
Jika anda mengatakan: Terasa berat bagi saya untuk berpisah dengan istanaku dan bangunannya yang
megah itu. Dengan pelayan-pelayanku di situ. Dengan kebahagiaan dan kenikmatanku di situ. Maka
perkataan anda ini bathil dan alasan anda jelas-jelas tertolak. Apa sih istana yang kamu
ceritakan itu hingga bisa mencegahmu dari berjihad? Istanamu itu tak lain hanyalah sebuah
bangunan rumah dari tanah, batu dan pasir. Dari pasak, besi dan kayu. Kalau tidak disapu, banyak
kotorannya. Kalau tidak diberi lampu, amat sangat gelapnya. Jika tidak dirawat bangunannya maka
amat cepat ambruknya. Dan sebentar lagi ia akan jadi seperti tanah. Akan ditinggalkan oleh para
penghuninya dan mereka akan pindah darinya. Bekasnya akan dihilangkan, beritanya akan segera
hilang, gambarnya akan lenyap dan namanya akan dilupakan orang.

Gantilah istanamu yang cepat lenyap itu wahai orang yang tertipu, dengan tempat tinggal yang
langgeng. Istana-istananya menjulang tinggi. Cahayanya terang-benderang. Sungai-sungainya
mengalir deras. Buah-buahannya dapat dipetik dengan mudah dan rendah dan kesenangannya di sana
tak pernah putus. Jika kau tanyakan tentang bangunan jannah, maka ada bangunan emas dan bangunan
perak. Tak ada kepayahan dan kecapaian di dalamnya. Jika kamu tanyakan tentang tanahnya, maka
dari misk idzfr. Jika kamu tanyakan tentang pasirnya, maka ia berupa mutiara dan berlian.  Jika
kamu tanyakan tentang sungai-sungainya, maka di sana ada sungai dari susu, sungai dari madu dan
tak lupa sungai Al Kautsar. Jika kamu tanyakan tentang istana-istananya, maka ada istana dari
mutiara indah. Tingginya sejauh 70 mil ke angkasa. Atau dari permata zamrud hijau yang sangat
mengkilap atau permata yaqut berwarna merah yang bangunannya menjulang tinggi. Orang mukmin
nanti di setiap sudut-sudutnya memiliki istri dan pelayan-pelayan. Masing-masing tidak saling
melihat saking luas berandanya. Jika kamu tanyakan tentang kasur-kasurnya, maka ia adalah kasur
yang bagian dalamnya dari sutra, maka apa bayangan anda dengan bagian luarnya?? Kasur yang tebal
lagi empuk antara kasur lainnya selama 40 tahun. Di atasnya tidak ada tidur dan tidak pula rasa
kantuk. Bahkan mereka diatasnya bertelekan berhadapan-hadapan dengan sebagian lain saling tukar
pertanyaan. Jika kamu tanyakan tentang makanannya, maka hidangan-hidangannya telah diletakkan
dan makanannya tersedia sepanjang masa. Buah-buahannya tidak terlarang dan tidak pula
terputus-putus. Bahkan buah-buahan dari apa yang mereka pilih. Dan daging burung dari apa yang
mereka inginkan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak tempatnya. Laknya adalah
kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang saling berlomba-lomba.

Penghuninya tidak berak dan tidak pula kencing. Tidak meludah dan tidak pula ingusan. Makanan
mereka meresap keluar dari kulit mereka, wanginya bak kesturi dan warnanya bak putihnya perak
permata. Lalu tiba-tiba perutpun sudah kosong lagi seperti semula. Jika kamu tanyakan tentang
pelayan-pelayannya, maka mereka adalah pelayan-pelayan muda yang tetap muda sepanjang masa.
Sebagaimana yang Allah firmankan tentang mereka:
“Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan yang muda dan tetap muda. Apabila kamu melihat
mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan. Dan apabila kamu melihat di surga
sana, niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Mereka
memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang
terbuat dari perak, dan Robb mereka memberikan kepada mereka minuman yang bersih. Sesunguhnya
ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah diberi balasan.” (QS. Al Insan: 19-22)

Intinya, semua yang kuceritakan kepada anda ini hanyalah sebagian dari berita yang disampaikan
oleh Rasulullah SAW. Dan jikalau tidak, maka di jannah terdapat kenikmatan yang belum pernah
dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan terlintas oleh hati anak manusia! Dan jika kamu
tanyakan tentang masa tinggal penghuni jannah di dalam kenikmatan yang besar dan tempat yang
mulia ini, maka mereka di dalamnya tinggal selama-lamanya. Terus hidup tidak pernah mati. Terus
muda tak pernah tua. Terus sehat tak akan sakit. Gembira tak pernah sedih dan puas tak pernah
marah….tiada rasa khawatir akan terputus dari kenimatan itu dan terusir dari tempat itu.
Selamanya mereka merasa aman berada di tempat yang aman. Do’a mereka di dalamnya adalah
subhaakallahumma, puja dan puji mereka kepada Allah, dan salam penghormatan mereka ialah salam,
sejahtera dari segala bencana. Dan penutup do’a mereka ialah alhamdulillah robbil alamin, segala
puji bagi Allah Robb semesta alam. Hendaknya anda bandingkan dengan akal anda antara kerajaan
besar lagi megah ini dengan istanamu yang berumur pendek dan bernilai rendah. Dan renungkan jika
anda tinggalkan istana anda dengan membawa syahadah, kemana anda akan berada….sesungguhnya
tempat tinggal anda di istana itu benar-benar suatu tipuan dan tidak ada yang dapat memberikan
keterangan kepadamu sebagaimana yang diberikan oleh All Khabiir, Allah Yang Maha Mengetahui. 

Bantahan Alasan Keempat: INGIN MEMPERBAIKI AMAL
———————————————–
Jika anda mengatakan: Saya duduk tidak berangkat jihad karena saya ingin panjang umur dulu untuk
memperbaiki amal. Maka perkataan anda ini bathil dan alasan anda ini tertolak.   Sesungguhnya
ucapan yang terlontar dari diri anda ini hanyalah akibat dari sikap ghurur. Demi Allah tidak
pernah ada yang namanya menunda ajal yang telah ditakdirkan.  Allah Ta’ala berfirman:
“Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia
memperdayakan kamu dan janganlah sekali-kali syetan yang pandai menipu, memperdayakan kamu
tentang Allah. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuhmu, karena
sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni
neraka yang menyala-nyala.” (QS. Fathir: 5-6)

Ucapan seperti ini hanyalah dari jebakan iblis terlaknat dan bukan dari keinginan para wali dan
kaum sholihin. Bukankah para sahabat dan tabiin pilihan lebih berhak dengan niat ini jika kamu
itu memang termasuk orang-orang yang jujur?! Seandainya para sahabat dan tabiin lebih condong
memilih untuk menunda ajal, niscaya mereka tak akan melakukan hal-hal yang beresiko besar di
jalan Allah. Dan seandainya mereka melakukan hal itu, niscaya mereka tak akan pernah memerangi
orang-orang musyrikin dan kuffar dan melakukan infansi ke negara-negara lain! Tidakkah engkau
pasang telingamu, hai orang yang terfitnah, untuk mendengarkan baik-baik firman Allah Ta’ala:
“Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan
harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagi kamu jika mengetahui.”
(QS. At-Taubah: 41)

Tidakkah engkau mau renungkan baik-baik jika engkau memang orang yang paham, firman Allah
Ta’ala: “Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang
yang duduk tak berperang karena uzur satu derajat.” (QS. An Nisa: 95)

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya berdirinya seseorang pada barisan
di jalan Allah, lebih utama daripada ibadah yang dia lakukan di tengah keluarganya selama 70
tahun.” Diriwayatkan oleh Baihaqi dalam Sunan Kubro juz 9 hal 160-161, Turmudzi dalam Sunannya
juz 3 hal 101-102 dan Hakim dalam Mustadrak juz 2 hal 68. Sanadnya hasan.

Wahai orang yang tertipu, ketahuilah bahwa tidurnya seorang mujahid itu lebih utama daripada
qiyamullail dan puasa sepanjang masa!! Baiklah, anda benar apa yang anda ucapkan, namun bukankah
amal anda itu masih diragukan antara ditolak dan diterima? Bukankah di hadapan anda masih ada
perkara yang menyentakkan dan mengerikan? Bukankah anda akan menghadapi hari mahsyar dengan huru
haranya yang menakutkan? Tidak, demi Allah, sesungguhnya anda tidak tahu apakah amal yang anda
lakukan itu dapat menyelamatkan anda atau malah melemparkan anda!! Sesungguhnya Allah mengetahui
apa yang kalian sembunyikan dan apa yang kalian terang-terangkan. Dan jika kalian mati atau
terbunuh, hanya kepada Allah juga kalian akan dikumpulkan!

 

 

TENTANG OPERASI BOM SYAHID
Fatwa Syaikh Salman Al Audah

Komando Al-Qaeda atas Perang SalibTENTANG OPERASI BOM SYAHID
Fatwa Syaikh Salman Al Audah
============================

Pertanyaan:
———–
Assalamu’alaikum Wr Wb.
Fadhilatu Syaikh, telah banyak pembicaraan dan perdebatan seputar operasi mati syahid. Telah
diselenggarakan berbagai seminar, diskusi dan ditulis berbagai pendapat serta berbagai selebaran
dicetak antara yang pro dan yang kontra, yang semangat dan yang minder dan bimbang.
Masing-masing pendapat mempunyai pendukungnya sehingga kita melihat dan mendengar suatu
keanehan!! Pada akhir-akhir ini dikeluarkan beberapa pendapat dari sebagian ulama yang tentunya
ada pengaruhnya. Fadhilatu Syaikh, kami berharap supaya anda memberikan penjelasan kepada kami
mengenai persoalan berikut ini.

Jawaban:
——–
Wassalamu’alaikum wr wb
Persoalan yang disebut dengan operasi mati syahid termasuk persoalan kontemporer yang barangkali
tidak akan anda dapati nashnya dalam kitab-kitab para fuqoha dulu. Hal itu karena persoalan ini
termasuk bentuk perlawanan baru yang muncul setelah adanya bahan peledak dan kemajuan
tehnologinya. Masalah ini seringkalinya menjadi salah satu bagian dari apa yang disebut dengan
perang urat saraf yang dijalani oleh sebuah kelompok yang siap berkorban dan beraksi cepat.
Pentingnya perlawanan semacam ini telah nampak pada perang lokal Amerika dan pada perang dunia
kedua dan setelahnya. Selanjutnya menjadi salah satu bagian dari aturan perang yang dikaji di
institut-institut dan akademi-akademi perang. Dalam konteks lebih khusus, kaum muslimin butuh
perlawanan semacam ini karena beberapa faktor berikut:

*- A. Sifat siap berjuang, berkorban dan cinta mati syahid yang sudah menjadi tabiat mereka
serta murahnya nilai kehidupan bagi mereka jika ia hina, maka mati secara mulia lebih baik bagi
mereka daripada hidup dalam keadaan hina.

*- B. Apa yang dirasakan oleh mereka di sejumlah nergara kaum muslimin dari kekejaman yang
dilakukan musuhnya dan keberaniannya terhadap mereka karena memandang mereka terbelakang dalam
hal ilmu pengetahuan, tehnologi dan peradaban sekaligus musuh mereka unggul dari segi ini.
Sehingga jadilah negara-negara Islam santapan bagi kaum imperalis dan penjajah. Dan inilah yang
kita saksikan di bumi Palestina, di Kashmir, di Chehcnya, di Afghanistan ditambah
wilayah-wilayah Islam lain yang sebelumnya di bawah cengkraman Uni Soviet.

*- C. Sulitnya ditemukan altenatif lain bagi mereka. Oleh karena ini, muncul banyak pertanyaan
tentang operasi semisal ini yang oleh sebagian kalangan menyebutnya dengan operasi mati syahid
sebagai isyarat membolehkan sesuai syariat. Sedang kalangan lain menyebutnya dengan operasi
bunuh diri sebagai isyarat melarangnya atau sekedar ikut-ikutan media massa.

Dalam persoalan ini, para fuqoha telah berselisih pendapat antara melarang dan mengijinkan
sesuai pandangan dan pendapat kuat yang nampak pada mereka. Dengan merujuk beberapa kondisi yang
serupa pada nash-nash syar’i dan peristiwa-peristiwa dalam sejarah, kita dapati apa yang
barangkali sedikit memberi kepuasan dalam perkara ini.

1-) Dalam Musnad Abi Sya’ibah dari Muhammad bin Ishaq dari ‘Ashim bin Muhammad bin Qotadah
berkata: Berkata Muadz bin Afra, Wahai Rasulullah, apa yang bisa membuat Robb tertawa terhadap
hamba-Nya? Beliau bersabda: Dia menerjunkan diri di tengah musuh sendirian. Lalu orang itu
melemparkan baju besi yang dipakainya dan maju berperang hingga akhirnya terbunuh. Dishahihkan
oleh Ibnu Hizam pada Muhalla juz 7 hal 294. Disebutkan oleh Imam Thobari dalam Tarikh-nya juz 2
hal 33 dari Auf bin Harits yaitu Ibnu Afra. Demikian pada Siroh Ibnu Hisyam juz 3 hal 175.

2-) Ibnu Hazm telah meriwayatkan pada Muhalla yang sama dari Abi Ishaq As-Suba’i berkata: Aku
mendengar seorang laki-laki bertanya kepada Barro’ bin ‘Azib: Apa pendapatmu sekiranya ada
seseorang sendirian menyerang batalyon musuh padahal mereka berjumlah seribu orang, apakah ia
berarti menjerumuskan dirinya pada kebinasaan (bunuh diri, red)? Barro’ menjawab: Tidak, namun
yang disebut kebinasaan adalah seseorang melakukan dosa lalu menjerumuskan dirinya seraya
berkata: tidak ada lagi taubat bagi saya. Ibnu Hazm berkata: Abu Ayyub Al-Anshary maupun Abu
Musa Al-Asy’ari tidak mengingkari seseorang yang menyerang sendirian ke tengah pasukan yang
banyak dan bertahan hingga terbunuh.

3-) Kisah Abu Ayyub di Kostantinopel terkenal dan sudah masyhur. Dalam kisah tersebut disebutkan
ada seorang laki-laki dari kaum muslimin menyerang barisan pasukan Romawi hingga mampu menerobos
ke tengah-tengah mereka. Lalu manusia berteriak seraya berkata: Subhanallah, ia tengah
menjerumuskan dirinya pada kebinasaan? Maka Abu Ayyub berdiri seraya berkata: Wahai manusia,
sesungguhnya kalian telah memalingkan ayat pada ta’wil seperti ini. Sesungguhnya ayat itu turun
pada kami, kalangan Anshar. Ketika Allah telah memenangkan Islam dan telah banyak orang-orang
yang membelanya. Maka sebagian kami berkata lirih kepada sebagian lain tanpa Rasulullah:
Sesungguhnya harta kita telah lenyap dan Allah telah memenangkan Islam serta telah banyak
penolongnya, sekiranya kita kumpulkan lagi harta kita sehingga kita dapat memperbaiki harta kita
yang telah lenyap. Maka Allah menurunkan ayat ini kepada Nabi-Nya……hingga akhir hadits. Hadits
ini terdapat pada Sunan Turmudzi no 2898. Ia berkata: Hadits ini hasan shahih gharib. Juga
diriwayatkan oleh Abi Daud no 2151.

4-) Sebagaimana diriwayatkan oleh para ahli sejarah dan Ibnul Mubarok dalam kitab Al Jihad juz 1
hal 134, tentang kisah Barro’ bin Malik melemparkan dirinya ke tengah-tengah kaum murtad dari
Bani Hanifah. Pada beberapa sumber seperti Siyar juz 1 hal 196 serta yang lainnya disebutkan
bahwa Barro’ menyuruh rekan-rekannya untuk mengangkatnya di atas perisai dengan ujung-ujung
tombak mereka lalu melemparkannya ke dalam benteng maka Barro’ pun menerobos mereka, mengamuk
dan menyerang hingga akhirnya ia dapat membuka pintu gerbang benteng. Pada hari itu ia
mendapatkan 80 lebih luka-luka. Maka Kholid menugaskan seseorang pada hari itu untuk merawat
luka-lukanya. Semisal hal ini terdapat pada kitab Tsiqot-nya Ibnu Hibban juz 2 hal 175, Tarikh
Thobari juz 2 hal 281 serta yang lainnya. Mirip dengan ini adalah kisah Barro’ radliyallahu
‘anhu dengan bertutup muka.

5-) Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibi Ishaq, saya berkata kepada Barro’: Seseorang menyerang ke
tengah-tengah kaum musyrikin, apakah ia termasuk orang yang melemparkan dirinya pada kebinasaan?
(bunuh diri, pent) Barro’ menjawab: Bukan, karena Allah Azza wa Jalla membangkitkan Rasulullah
SAW seraya berfirman: “Maka berperanglah kamu di jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan
dengan kewajiban kamu sendiri.” (An Nisa: 84). Sesungguhnya hal itu hanyalah berkenaan dengan
infaq. (maksudnya, orang yang tidak mau berinfaq fi sabilillah).

6-) Pada Shohih Muslim rohimahullah dari hadits Shuhaib yang panjang dan terkenal, disebutkan
pemuda yang tidak sanggup mereka bunuh berkata kepada raja: “Anda tidak akan bisa membunuhku
sampai anda melaksanakan apa yang saya perintahkan.” Raja bertanya: “Apa itu?” Ia menjawab:
“Anda kumpulkan manusia di satu tempat lalu saliblah saya pada sebuah batang kemudian ambil satu
anak panah dariku. Lalu letakkan anak panah itu di tengah busur kemudian ucapkan: Bismillah
Robbil Ghulam, dengan menyebut nama Allah Robbnya pemuda. Lalu panahlah aku. Jika anda telah
melakukan itu, maka anda baru dapat membunuhku,” hadits. Dalam hadits tersebut diceritakan, raja
melaksanakan apa yang diperintahkan pemuda lalu pemuda itupun meninggal. Maka manusia
mengatakan: “Kami beriman kepada Robbnya pemuda. Kami beriman kepada Robbnya pemuda. Kami
beriman kepada Robbnya pemuda.” Hadits tersebut terdapat pada Musnad No:22805 dan yang lainnya.
Pemuda ini telah menunjukkan kepada raja tentang cara yang dapat membuat ia terbunuh. Kemudian
dijalankan oleh raja sehingga terwujudlah maslahat umum yang besar dengan anak panah yang
dilemparkan kepada pemuda itu dimana semua manusia menjadi beriman kepada Allah setelah sampai
kepada mereka berita tentang pemuda dan karomah yang Allah perlihatkan kepadanya.

7-) Dalam hadits Abu Sa’id Al Khudhry, berkata: Bersabda Rasulullah SAW: “Orang-orang yang
berada di front terdepan ketika perang lalu tidak menolehkan mukanya hingga terbunuh, maka
mereka itu mendiami kamar-kamar tertinggi di jannah. Robb mereka tertawa kepada mereka.
Sesungguhnya jika Robbmu tertawa kepada suatu kaum maka tidak ada hisab lagi bagi mereka.”
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Sya’ibah juz 4 hal 569, Thobroni, Abu Ya’la, Ibnul Mubarok dalam Al
Jihad, Abu Nu’aim dalam Hilyah serta yang lain. Al Mundzir berkata: perowi-perowinya tsiqoh.

😎 Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari Mudrik bin ‘Aus Al Ahmasi, berkata:
Saya berada pada Umar ra lalu mengatakannya. Di situ disebutkan: “Wahai Amirul mukminin, ada
seorang laki-laki yang mengorbankan dirinya sendiri.” Maka Mudrik bin Auf berkata: “Demi Allah
orang itu adalah pamanku wahai Amirul Mukminin. Orang-orang menganggap dia telah mencampakkan
dirinya pada kebinasaan.” Maka Umar berkata: “Dusta mereka. Melainkan ia termasuk orang yang
membeli akhirat dengan dunia.”

9-) Berkata Muhammad bin Hasan Asy Syaibani dalam Siyar juz 1 hal 163: Adapun orang yang yang
menerjang musuh berarti ia telah berusaha memenangkan dien dan akan menghadapi mati syahid untuk
mendapatkan kehidupan abadi. Lantas bagaimana ia (dikatakan) mencampakkan diri pada kebinasaan?
Kemudian ia berkata: Tak mengapa seseorang melakukan serangan sendirian sekalipun ia menduga
akan terbunuh jika ia melihat dirinya dapat berbuat sesuatu lalu terbunuh, terluka atau kalah.
Hal itu telah dilakukan sejumlah kalangan sahabat di hadapan Rasulullah SAW pada perang Uhud.
Dan beliau memuji mereka. Dikatakan kepada Abu Hurairah: Tidakkah anda melihat Sa’ad bin Hisyam
ketika bertemu antara dua pasukan, ia menerjang lalu menyerang hingga terbunuh. Ia telah
mencampakkan dirinya pada kebinasaan. Abu Hurairah berkata: Sekali-kali bukan. Namun ia telah
mempraktekkan satu ayat dalam kitabullah, Wa minannaasi man yasyrii nafsahu ibtighooa
mardhotillah. (Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya karena memburu
keridhoan Allah). (Al Baqarah: 207). Adapun jika ia mengetahui tidak dapat menjatuhkan korban
pada mereka, maka tidak boleh ia menerjang ke mereka karena tindakannya itu tidak menghasilkan
sesuatu yang kembali kepada upaya memenangkan dien. Akan tetapi ia hanya terbunuh saja. Sedang
Allah telah berfirman: “Dan janganlah kamu membunuh dirimu sendiri”. Jika ia tidak menjatuhkan
korban sehingga tidak memberikan faedah yang dimaksud, maka ia tidak perlu maju untuk itu.

10-) Al Hafidz Ibnu Hajar pada persoalan satu orang melakukan serangan kepada sejumlah besar
musuh menyebutkan, jumhur secara tegas menyatakan bahwa jika hal itu didorong oleh
keberaniaannya yang kelewat dan ia menduga musuh akan keder dengan tindakannya itu atau dapat
membangkitkan keberanian kaum muslimin menghadapi musuh maupun tujuan-tujuan benar semisal itu
maka tindakannya tersebut BAGUS. Sedang jika hal itu sekedar tindakan ngawur maka dilarang.
Apalagi jika hal itu menimbulkan kelemahan kaum muslimin. Lihat Subulu Salam juz 2 hal 473.

11-) Ibnu Hajar mensyaratkan hal itu pada Hasyiah Dasuqi juz 2 hal 208 dengan dua hal:
a-) Tujuannya demi meninggikan kalimat Allah.
b-) Ia menduga dapat memberikan efek pada mereka.

12) Ibnul Aroby menyebutkan pada juz 1 hal 166, pendapat yang benar adalah boleh satu orang maju
menghadapi sejumlah besar kaum kuffar, karena di situ ada empat sisi:
a-) Memburu mati syahid.
b-) Mewujudkan kerugian.
c-) Membangkitkan keberanian kaum muslimin menghadapi mereka.
d-) Lemahnya jiwa musuh karena mereka akan melihat hal itu hanyalah tindakan seorang   
saja dari kaum muslimin, lah bagaimana bayanganmu kalau semuanya???

13) Ibnu Taimiyyah berkata pada Inshof juz 4 hal 116: Disunnahkan terjun ke tengah musuh demi
adanya kemaslahatan kaum muslimin. Namun jika tidak ada, maka dilarang karena termasuk
membinasakan diri. Pada kebanyakan nash-nash dan riwayat ini diperhatikan tentang adanya seorang
laki-laki atau beberapa orang yang berangkat dari sekelompok kaum muslimin dan kamp mereka
menuju sasaran musuh. Namun pada sebagian nash tadi sebagaimana pada kisah pemuda mukmin, tidak
demikian.  Pendapat yang kuat dari sekumpulan nash tadi Wallahu a’lam, boleh menjalankan operasi
semacam yang ditanyakan ini. Yakni, operasi mati syahid atau bom mati syahid, pent. Dengan
syarat-syarat yang disimpulkan dari perkataan para Fuqoha. Diantaranya yang terpenting yaitu;
a) Hal itu dilakukan demi meninggikan kalimat Allah.
b) Ada dugaan kuat atau yakin, bahwa hal itu mengakibatkan kerugian di pihak musuh dengan korban
tewas, luka-luka, kekalahan, atau membangkitkan keberanian kaum muslimin terhadap musuh atau
melemahkan mental mereka ketika melihat bahwa itu hanyalah tindakan satu orang maka bagaimana
kalau semuanya melakukan hal sama. Menentukan hal ini tidak mungkin diserahkan kepada setiap
person orang dan individu mereka. Lebih-lebih pada kondisi manusia seperti hari ini. Namun harus
dikeluarkan dari orang-orang berpengalaman, menguasai dan mengerti kondisi dari segi militer dan
politik, dari kalangan pejuang Islam dan wali-walinya.
c) Hal itu dilakukan dalam rangka melawan kaum kuffar yang telah mengumumkan perang terhadap
kaum muslimin. Sebab kaum kuffar itu ada beberapa macam: diantara mereka ada orang-orang kafir
muharib, (yakni yang memposisikan diri sebagai lawan kaum muslimin, pent), ada juga orang-orang
kafir musalim, yang menyerah atau tunduk, ada orang kafir musta’man, yang minta diberi jaminan
keamanan, ada orang-orang kafir dzimmi, (yakni yang hidup dan tunduk patuh di bawah kekuasaan
Daulah Islam dengan membayar jizyah sebagai ganti jaminan keamanan hidup). Di antara mereka ada
orang kafir muahid (yang terikat perjanjian dengan kaum muslimin dan masih setia dengan
perjanjiannya).  Kekafiran tidak secara mutlak membolehkan mereka dibunuh bahkan dalam sebuah
hadits shahih sebagaimana pada Shahih Bukhari no 2930 dari Abdullah bin Amru dari Nabi saw
bersabda: “Barangsiapa membunuh muahid (orang kafir yang masih setia dengan perjanjian dengan
kaum muslimin) maka ia tidak akan mencium bau surga padahal bau wangi surga itu dapat tercium
dari perjalanan 40 tahun.” Diriwayatkan oleh Nasai, Ahmad, Ibnu Majah dan yang lain.
d) Operasi itu dilakukan di negara mereka atau di negara yang mereka masuki, mereka serobot dan
mereka kuasai dan kaum muslimin hendak melakukan perlawanan terhadap mereka dan mengusirnya.
Seperti Yahudi di Palestina, Rusia di Chechnya dimana memungkinkan untuk dijalankan operasi ini
terhadap mereka dengan syarat-syarat di atas.

Barangsiapa menjalankan operasi ini sesuai syarat-syarat yang telah diakui secara syar’I maka
dengan ijin Allah ia syahid jika niatnya benar. Sesungguhnya amal itu dinilai sesuai niatnya.
Orang itu dido’akan dan semoga Allah merahmatinya. Dan dibolehkan menyerahkan dana guna operasi
ini dari baitul mal atau dari zakat karena ia termasuk fi sabilillah atau dari sumber-sumber
yang lain. Ijtihad dalam bab ini terbuka dimana bisa salah bisa benar. Tetapi kaum muslimin
bertaqwa kepada Allah sesuai dengan kemampuannya. ( bersambung )


 



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: