Perjuangan Tiada Akhir Muslim Pattani

Pattani, negeri Muslim yang dijajah kuffar siam.

HAROKY2000- Dalam perjuangan melawan militer Thailand para pejuang Patani menerapkan titik geriliya. Salah satu panduannya adalah strategi geriliya yang pernah diterapkan di Negara menuntut kemerdekaan. terdapat beberapa elemen perjuangan rakyat Pattani yang melakukan perlawan terhadap pemerintah Thailand. Meskipun semuanya menuntut kemerdekaan, tetapi masing-masing memiliki karekter dan identitas tersendiri.

Pernah ada upaya untuk menyatukan semua gerakkan perlawan ini dalam satu atap, dengan mengunakan istilah Bersatu, namun tak efektif. Hingga kini yang termasuk aktif melakukan serangan adalah militer para pejuang, namun kelompok tak pernah mau mengaku. Ada serangan terhadap militer Thailand, namun tidak ada pihak yang bertanggungjawab. Semua gerakan perjuangan tutup mulut.

“Di sini beda dengan Negara-negara lain, di mana pelaku penyerangan atau pemboman biasanya mengaku dan menyebutkan diri. Di sini tak ada yang mengaku, padahal jelas-jelas mereka yang melakukan serangan terhadap askar (tentera) kerajaan,” katanya. Mereka pula yang kerap merepotkan tentera kerajaan dengan aksi-aksi “siluman” hit and rum meraka mengibaratkan diri melawan hantu yang tak tampak.

Yang lebih mengagumkan ternyata taktik dan siasat perjuangan geriliyawan Pattani didapatkan dari sebuah Negara yang pernah Berjaya menuntut kemerdekaan “kami belajar taktik geriliya dari sebuah buku” ujar Jendral AH Nasution ahli perang geriliya dan penulis buku Fenomenal, Strategi Of Guerrillawarfare. Di sebut dengan para pejuang geriliya Pattani. Mempunyai tugas masing-masing diantaranya divisi militer, politik, dan ekonomi. Divisi militer tugasnya adalah latihan perang dan melakukan serangan atau geriliya. Divisi politik bertugas memobilisasikan massa, melakuakan pemberdayaan, dan diplomasi. Sedangkan divisi ekonomi berkonsentrasi dalam hal pencarian dana untuk menunjang gerak dan langkah perjuangan. Para pejuang ini tak kenal menyerah dan pantang mundur dari medan laga. Targetnya merdeka atau mati syhid. “tak ada istilah kalah dalam perjuang Islam. “Kalau menang kita Berjaya, kalau mati kita syahid.” kata pejuang geriliya Pattani, pejuang yang pernah berjihad di Afghanistan bersama imam Samudera. “mereka adalah mujahidin alumni Afghanistan. Kalau antum (anda) bertemu mereka sampaikan salam saya.”

Namun laskar Islam itu barjanji akan mengantarkan Sabili bertemu dengan nama-nama yang disebutkan Imam jika berkunjung lagi ke Pattani. “Kami belum bisa membawa anda ke markas sebelum kami yakin betul Anda adalah orang yang diamanahi akhi (suadara) Imam”.

Sayang di tengah menggebutnya semangat membebaskan diri dari belenggu penjajahan, masih ada saja sabagian warga pattani yang berkhianat. Mereka rela menjadi mata-mata kerajaan demi lembaran-lembaran baht (mata uang Thailand). Pihak kerajaan memberi mereka uang sebesar 4000-5000 baht untuk informasi tentang geriliyawan. Pattani yang berlakukan perlawanan adalah tidak dukungan dari negara-negara lainnya. Para pejuang Pattani ini miskin dalam bantuan baik dalam hal dana maupun persenjataan. Senjata yang meraka pakai kebanyakan hasil rampasan dari militer Thailand.

Menurut Abdul Rahman, hanya ada satu Negara yang menyokong perjuangan Muslim-Pattani, tapi tak dapat sebut nama Negara. “Mereka banyak memberikan bantuan dana, perlindungan, kuasa politik, dan lainnya. Dulu ada Libia dan Iran, namun sekarang sudah hilang. Bahkan organisasi Konferensi Islam (OKI) pun tak bisa suara dalam hal ini.”

Seluruh kaum Muslimin Di Pattani berharap umat Islam di Indonesia dan malysia memberikan perhatian dan dukungan terhadap permasalahan yang dihadapi umat Islam di Thailand selatan “karena bagaimanapun, bagi umat Islam disini Indonesia adalah sebagai bapak dan Malaysia itu sebagai kakak. Kita di sini tidak ada tempat meminta tolong dan perlindungan. Kalu bukan saudara-saudara di Indonesia dan Malaysia, kepada siapa lagi? Paling tidak bantulah kami dengan doa.”

PATANI BERDIRI – SIAM BERTINDAK KEJI

Setelah ratusan tahun lamanya Patani berusaha untuk bangkit berdiri dari ikatan rantai penjajahan siam tetapi, sering saja menimpa masalah baru dan juga suatu penghinaan yang sangat besar bagi orang Melayu Muslim di Patani. Kabar-kabar  tentang pemerkosaan, pembunuhan masih lagi panas meniup di telinga kita, bahkan bukan itu sahaja ada juga kejadian seperti penangkapan tanpa alasan dan masih banyak lagi politik-politik siam yang tersembunyi.

Pada hari ini, berita-berita tentang Patani mula menyebar ke seluruh dunia dan banyak menarik perhatian media-media yang ingin tahu tentang Patani juga prihatin terhadap siksaan yang di timpa umat melayu Patani sekarang. Tampil di media adalah suatu masalah bagi umat Patani, ini karena tidak ramai tokoh-tokoh yang berani untuk tampil, disebabkan mereka sudah tahu akan akibat jika mereka tampil di hadapan umum.

Contohnya dapat kita lihat kisah pejuang besar kita seperti As-Syahid Tuan Haji Sulong yang hilang tanpa jejak dan ratusan bahkan ribuan umat Patani yang dipenjara pada hari ini. Kenapa mereka dipenjara? Mereka di penajara akibat keikhlasan hati mereka untuk menyatakan hak dan juga kesanggupan mereka untuk perjuangkan sesuatu yang sangat berarti bagi mereka yaitu sebuah KEMERDEKAAN.

Tuan Guru Haji Sulong bin Abdul Kadir

Masih terdengar bisikan panas tentang kejadian-kejadian penyiksaan yang ditimpa orang Patani, sekarang dikejutkan pula dengan sebuah pembunuhan seorang tokoh agama di wilayah Narathiwat. Tiada siapa yang jelas akan motif/sebab pembunuhan itu, akan tetapi sangat jelas bahwa kejadian itu dirancang rapi oleh siam laknatullah. Pembunuhnya dikatakan seorang Tahank Phrang (Tentara Penyamaran) yang di gaji khusus untuk pembunuhan seperti ini.

Penubuhan Tahank Phrang dikatakan bertujuan untuk menghapus para pemimpin di Patani. Tokoh yang baru saja terbunuh Syahid ini adalah seorang guru agama dan juga seorang pemilik Pesantren/Pondok.

Tahank Phrang (tentera penyamaran) ini terdiri dari sim dan juga Umat Melayu yang kurang pendapatan ekonomi dan ada juga karena kedudukan keluarga yang bahaya menyebabkan mereka terpaksa menyertai pasukan ini. Salah satu faktornya, Tahank Phrang ini diberikan tugas khusus dan dibayar gaji lebih tinggi. Kerja mereka adalah membunuh dan memburu para tokoh dan pemimpin umat Patani.

Ada yang berkata mereka diberi daftar nama orang yang harus mereka bunuh dan semuanya adalah orang Patani yang memainkan peranan besar dalam masyarakat. Setelah pembunuhan selesai mereka akan diberikan bonus beruapa dui. Bagi Tahank phrang yang terdiri dari orang Melayu pulakan disuruh membnuh, jika ada yang melanggar perintah pasti akan di intimidasi/diugut akan dibunuh atau membunuh ahli keluarganya. Akhirnya ramai anggota Tahank Phrang yang terdiri dari Melayu Muslim melarikan diri karena tidak sanggup melakukan kerja keji untuk siam.

Politik keji siam ini hampir sama dengan politik yang dimainkan Amerika terhadap Iran sekitar tahun 1970-an. Terlebih dahulu Amerika menyokong gerakan pemberontakan Kurdistan menentang Gerakan Revolusi Islam Iran. Dengan kespakatan jahat antara orang dalam, Amerika mula membunuh para tokoh-tokoh terkemuka yang berperanan penting dalam Gerakan Revolusi Islam. Setelah dari itu, Amerika mula membesar-besarkan kemampuan tokoh-tokoh yang lain dan menjatuhkan tokoh-tokoh yang penting.  Tapi dalam mereka tidak sadar, para tokoh baru mula bangkit dalam kerumunan masyarakat ramai. Dari berlakunya pembunuhan tokoh-tokoh itulah yang membangkitkan tokoh baru ini secara diam-diam.

Yakinlah saudara muslimin sekalian bahwa kaum kafir tidak pernah memandang islam dengan dua belah mata, bahkan mereka hanya melihat kita dengan mata keji mereka. Mereka hanya melihat kita melalui kezaliman yang dilakukannya, kedengkian dan kerakusan terhadap harta benda dan juga wilayah kekuasaan yang bakal mereka rampas. Islam sebenarnya tidaklah tegak melalui batas wilayah, tapi melalui kesatuan iman, kesatuan ibadah dan meniti jambatan yang satu. Tapi kenapa kita sanggup biarkan mereka merobek-robek dan mengahncurkan nilai Islam yang sebenar diantara kita.

Gambar-gambar di bawah ini adalah sebahagian kecil bukti kezaliman penjajah Thai. Mereka menindas orang Islam saperti binatang. Mereka tidak pernah menganggap orang melayu sebagai manusia.

Korban yang ditembak di kepala setelah enggan bekerjasama dengan tentera thai.

Korban dibelah perut dengan pisau hidup-hidup

Masihkah ada pembelaan terhadap mereka yang dizalimi?

(ambranews.com)

About Haroky2000

The Prophet SAW said : “Islam begin as something strange ( Ghuroba` ), and it will return as something strange the way it began”.

Posted on Januari 20, 2012, in Artikel Bebas, Ulasan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: