Pertempuran Antara Senjata vs Moral

"Kaum intelektual".

HAROKY2000- Teman saya (Bapak Ahmad Islam Jar) menceritakan kisah ini merujuk pada bibinya di daerah Juft Hazar provinsi Helmand, tentara Amerika memasuki rumah kami dengan anjing pelacak terlatih. Mereka bersenjata lengkap dengan senapan, pistol dan granat tangan. Tak berselang lama anjing kita melihat anjing lawan, dia menghempaskannya anjing lawan ke tanah. Tentara Amerika penjajah berusaha keras untuk melepaskan anjing mereka, tapi sia-sia. Akhirnya mereka membunuh anjing kepunyaan warga tersebut dan menyelamatkan anjing mereka.

Setelah itu tentara Amerika berdiri di bawah pohon murbei dengan rasa malu yang besar. Secara kebetulan pada saat yang sama dua kucing saling menyerang setelah beradu suara yang lama dan jatuh di atas tentara penjajah. Ini semakin menambah kebingungan mereka.

Sementara itu prajurit lain memasuki ruangan toko sekam. Sebuah ayam ada di ceruk sedang menetas telur. Prajurit itu terkejut melihat ayam marah -karena merasa terganggu. Tentara itu mendekati ayam perlahan-lahan untuk melihat mengapa sang ayam tidak pergi dari tempat itu dan apa yang tersembunyi di bawahnya. Akhirnya si ayam marah, menyerang tentara dan melukai keningnya dengan paruhnya yang runcing. Ketika tentara Amerika lainnya melihat dahi darah rekan mereka berdarah, mereka menghentikan penggeledahan rumah dan meninggalkan rumah dengan berbicara keras.

Beberapa bulan sebelumnya di ibukota provinsi ini, Lashkarghah, dimana satu kejadian menakjubkan terjadi. Seorang petani tua Afghanistan sedang berbincang dengan dua orang pria. Mereka melihat seorang tentara penjajah Inggris yang tertinggal di belakang karena kelelahan atau malas. Dia sendirian, tapi bersenjata lengkap. Ketika ia datang mendekat, petani Afghanistan menangis dengan keras, “Milikku! Milikku!” begitu mendengar tangisan pria tua tersebut, tentara penjajah itu kehilangan akal sehatnya dan terjatuh. Pria tua Afghan bergegas ke arahnya lalu menghantamkan lututnya ke perut tentara penjajah tadi. Kedua pria muda Afghanistan yang mengamati, saat itu juga segera menuju prajurit penjajah itu dan membuka ikatan pisaunya. Kemudian mereka melucuti pistol, rompi dan lain-lainnya. lantas menguncinya di sebuah ruangan. Ketika rekan-rekannya mencapai basis mereka, mereka menemukan satu orang hilang.

Kebetulan, perdana menteri dari tentara yang ditangkap, David Cameron juga datang untuk mengunjungi ibukota provinsi Helmand, Lashkarghah. Setelah beberapa waktu pasukan Inggris memulai operasi pencarian udara dan tanah untuk rekan mereka yang hilang. Petani Afghanistan merasakan kenikmatan kesempatan tersebut, menewaskan si prajurit penjajag dan melemparkan tubuhnya di ladang terdekat.

Dalam insiden pertama Anda memperhatikan bahwa tentara dengan senjata dan amunisi lengkap, tidak dihadang oleh Mujahidin maupun ledakan ranjau, tetapi begitu takut oleh makhluk-makhluk kecil seperti kucing dan ayam.

Dalam insiden kedua, kita melihat bahwa seorang petani Afghanistan dengan tangan kosong menjatuhkan tentara bersenjata lengkap ke tanah. Peristiwa sejenis ini menunjukkan beberapa fakta penting bahwa mereka yang dijuluki “kaum intelektual” tersebut tidak dapat melihat dan mengamati. Dan bahkan jika mereka melihatnya, mereka tidak mengakuinya baik karena permusuhan atau karena kesombongan. Bahkan di awal-awal, beberapa analis mengatakan menghadapi super power Amerika dengan beberapa Mujahidin bersenjata butut tidak lebih dari melemparkan diri dalam kehancuran. Tapi kejadian-kejadian belakangan dan perkembangannya telah menunjukkan bahwa jika suatu bangsa menolak untuk menyerah melawan tirani, tidak ada yang bisa memaksa mereka dengan kekerasan. Dan sejarah telah menunjukkan sepanjang zaman, sebuah kelompok kecil yang memiliki semangat tinggi dan keyakinan, serta berjuang untuk tujuan yang suci dan hanya dapat mengubah kekuatan super power (yaitu Amerika dan NATO) menjadi chiper power (remeh). Tidak perlu terlalu jauh, jika satu analisa pertempuran hari ini antara kebenaran dan kedustaan di Afghanistan, telah menjadikannya sangat jelas bahwa waktu demi waktu, moral dan spiritualitas telah terbukti jauh lebih kuat daripada kekuatan senjata atau materi dunia.

Departemen Media Imarah Islam Afghanistan.

About Haroky2000

The Prophet SAW said : “Islam begin as something strange ( Ghuroba` ), and it will return as something strange the way it began”.

Posted on Januari 19, 2012, in Kabar Berita, Ulasan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: