Police Memastikan Pembom Gereja Solo Adalah Hayat raahimahullaah

Ahmad Yosepa Hayat a.k.a Hayat rohimahulloh

JAKARTA- Polisi memastikan bahwa pelaku peledakan bom di gereja Kepunton Solo adalah Ahmac Yosepa Hayat.

Kepastian tersebut didapat polisi dari hasil tes DNA dan pemeriksaan intensif dari olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Setelah kita melakukan tes DNA, pagi ini kita sudah diketahui bahwa pelaku adalah Hayat (Ahmad Yosepa Hayat),” kata Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol. Anton Bachrul Alam, saat konpers di mabes Polri, Jakarta, Selasa (27/9).
Polisi kini masih menyampaikan keterangan persnya mengenai bom di Solo.

Penyidik Mabes Polri mengkonfirmasi ada empat orang saksi yang melihat seseorang tidak dikenal sempat menanyakan lokasi gereja dan warung internet (warnet) di sekitar lokasi kejadian.

“Orang itu mondar-mandir, kemudian bertanya lokasi gereja dan warnet terdekat,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Ketut Untung Yoga di Jakarta, Senin.

Yoga mengatakan bahwa keempat saksi menyebutkan orang tidak dikenal itu berada di sekitar lokasi kejadian pada Sabtu (24/9) atau sehari sebelum kejadian bom di Solo, Jateng.

Penyidik mendapatkan informasi orang tidak dikenal itu, memiliki logat bahasa Sunda dan diduga menumpang kereta api menuju Solo dari arah Jawa Barat.

Bom Meledak, Bukti Polisi-BIN Tak ‘Mesra’

Pemboman di Gereja Bethel Injil Sepuluh (GBIS) Kepunton, Minggu(25/9) menjadi bahan perdebatan elit kepolisian dan BIN. Salah satunya terkait informasi pihak intelejen ke aparat kepolisian yang nyatanya tak diindahkan.

Kepala BIN, sutanto

Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Sutanto mengatakan pelaku bom di Solo sebenarnya sudah teridentifikasi jauh sebelum kejadian yang menewaskan satu orang yang diduga pelaku bom bunuh diri itu.

“Pelaku jauh-jauh hari sudah teridentifikasi dari kelompok mereka itulah. Dan sudah siap untuk melaksanakan bom bunuh diri pada waktu itu,” katanya kepada wartawan sebelum memasuki ruangan rapat Komisi I di Gedung DPR, Jakarta, Senin(26/9).

Ketika ditanya tentang intruksi Presiden SBY agar dilakukan investigasi internal di Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Sutanto secara diplomatis menyebutkan tidaklah mudah menangani teror. “Karena tidak semuanya bisa dibuka pada semua aparat di lapangan. Karena memang perlu kerahasian yang tinggi,” tuturnya.

Mantan Kapolri ini tetap enggan berkomentar terkait upaya investigasi di internal Polri dalam peristiwa bom Solo. Justru Sutanto menyebutkan pola teror saat ini telah bergeser dari kelompok menjadi perseorangan. “Apalagi sekarang mereka bergerak perorangan, tidak mudah dideteksi seperti pada waktu-waktu yang lalu,” cetusnya.

Sementara itu kabar tersiar dari Ibunda Hayat raahimahullaah dan saudara-saudaranya yang berada di Jakarta guna ikut mengurusi dan menyaksikan jenazah saudara Hayat raahimahullaah :

“Walau sudah tiga hari ini, badan jenazahnya masih lemas ( tidak kaku sebagaimana mayat umumnya yang biasanya dalam waktu 5 jam sudah kaku ), badan bersih, wajah cerah jauh lebih ganteng dan tidak tampak memar dan bengkak seperti photo saat kejadian”.

( pesatnews )

Dibawah ini adalah video  beberapa saat pasca pemboman gereja di Solo

About Haroky2000

The Prophet SAW said : “Islam begin as something strange ( Ghuroba` ), and it will return as something strange the way it began”.

Posted on September 27, 2011, in Kabar Berita. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: