Dua Macam Jihad

Jihad Tholab ( Invansi ) : yaitu mendatangi orang-orang kafir dan menginvansi mereka di negeri-negeri mereka walaupun tidak pernah muncul dari mereka sedikitpun penganiayaan, agar mereka masuk ke dalam Islam seluruhnya atau mereka memberikan jizyah dari tangan mereka langsung sedang mereka dalam keadaan hina, dan ini adalah Nash Al-Kitab, As-Sunnah dan Ijma Ahlul Ilmi. Dan tidak menghalangi dari Jihad ini kecuali bahaya-bahaya yang kuat atau ketidak mampuan dan kelemahan [pasukan Islam-ed]. Dan dalam hal ini di kembalikan kepada orang-orang ‘Alim lagi jujur dan hal ini tidak boleh di cari pada orang yang telah menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang murah, atau orang-orang yang pecundang dan para penebar isu di muka bumi ini. Dan tujuan terbesar dari Jihad ini adalah meninggikan kalimat Allah, membela Dien-Nya serta menghinakan kekafiran dan para pelakunya.Jihad Difa’I [pertahanan]: yaitu Jihad menghalau musuh dari negeri kaum muslimin, dan ini adalah wajib dengan Ijma, serta tidak ada yang menghalangi darinya kecuali orang jahil atau munafiq. Ia wajib di Palestina, Chechnya, Afghanistan, Filipina dan banyak negeri lainnya. Negara-negara kafir, Amerika dan sekutu-sekutunya telah saling mewasiatkan untuk memerangi Islam dan kaum Muslimin, membunuh pemimpin mereka, menebar kerusakan di antara mereka dan meng-embargo sebagian negeri-negeri mereka.

Presiden Amerika Bush dalam siaran pers yang di laksanakan hari Ahad 28/6/1422 H telah menegaskan bahwa perang ini adalah perang salib [crusade], dan koalisi salib ini membutuhkan pada penghadangan yang paling besar, upaya-upaya berkesinambungan dan terjun bersama-sama, sehingga tidak seorangpun di udzur dengan sikap tidak ikut serta menghadapinya, dan masing-masing sesuai kadar kemampuannya. Baik dengan jiwanya dimana hajat membutuhkan kepadanya, juga dengan harta dan lisannya, Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam bersabda: “Jihadilah orang-orang musyrik itu dengan harta-harta kalian, jiwa-jiwa kalian dan lisan-lisan kalian.” Hadist Riwayat Abu dawud [no.2504] dan An-Nasa’I [3089] dari jalan Hammad dari Humaid dari Anas dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam.

Dan hal paling minimal yang di kerahkan dalam penghadangan dan perang salib ini adalah do’a buat Hizbullah Al-Mukminin dan Ibadullah Al-Mujahidin, bersungguh-sungguh dalam do’a itu dan mencari-cari waktu ijabah do’a, seperti sepertiga malam terakhir, dalam sujud [ketika sholat-ed], antara Adzan dan Iqomah, Qunut dalam shalat lima waktu, dimana ia mendo’akan buat orang-orang yang tertindas dari kau mukminin dan meminta pertolongan kepada Allah atas kafirin dari kalangan yahudi perampas dan kristen yang aniaya.

Abu Hurairah Radiyallahu ’anhu, berkata: sungguh saya akan mempraktekan shalat Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam, maka Abu Hurairah Qunut dalam raka’at terakhir dari shalat Dzuhur, shalat Isya’ dan shalat Shubuh setelah mengatakan: “Sami’Allahu liman hamidah” terus beliau berdo’a buat kaum muslimin dan melaknat kuffar” [HR.Al-Bukhari dalam Shahihnya no.797 dan Muslim no.676 dari jalur Yahya Ibnu Abi Katsir dari Abu Salamah dari Abu Hurairah Radiyallahu ’anhu.

Dan tidak wajib meminta izin kepada penguasa dalam hal qunut di masjid-masjid, karena tidak ada dalil atas hal itu, dan serupa itu andai dilarang dari melaksanakan sunnah rawatib, maka sesungguhnya penguasa itu tidak usah di taati, karena ketaatan hanyalah dalam hal Ma’ruf, sedangkan ini sama sekali tergolong bukan hal ma’ruf. Sungguh umat ini telah di beri bencana dengan penguasa yang menelantarkan hudud dan yang melarang Jihad fi sabilillah serta qunut dalam shalat yang lima waktu, dan [umat di beri bencana] dengan ulama yang melegalkan sikap-sikap hina ini dan mengomentari sikap kepengecutan mereka dari menolong Al-Islam wal Muslimin dengan dalih mendengar dan patuh kepada para penguasa dalam kondisi giat dan malas !!!

Padahal ini adalah penempatan Hadist bukan pada tempatnya, dimana para ulama telah Ijma bahwa orang yang memerintahkan kemungkaran adalah tidak boleh di taati. Dan sesungguhnya kewajiban para ulama adalah berdiri menghadang kebatilan dan gerak langkah kesesatan. Wajib atas mereka mengobarkan ruh Jihad di tengah umat dan memimpinnya dalam meninggikan panji ini serta berlomba-lomba dalam mengitari hal itu.

Mereka adalah pewaris para Nabi dan para pengemban syariat, serta orang yang paling paham akan hukum-hukum Jihad dan keutamaannya, serta apa yang Allah telah siapkan berupa pahala buat Mujahidin. Sekarang adalah waktu pengorbanan, Nushratil Muslimin, dan Jihadul Kafirin dan Salibiyin, inilah jalan yang menghantarkan kepada syahadah, ridha Allah dan Jannah-Nya.

Ini Humair Ibnul Hamman Al-Anshary saat mendengar Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam berkata: “bangkitlah untuk menggapai surga yang luasnya seluas langit dan bumi” Umair berkata: “wahai Rasulullah, surga seluas langit dan bumi?” Beliau bekata: ” Ya”, maka Ia berkata: “Bakh, bakh” maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam berkata:” apa yang membawamu untuk mengucapkan Bakk,bakh” Ia berkata: “tidak wahai Rasulullah kecuali harapan saya untuk ingin menjadi bagian ahli Surga” Rasulullah berkata: ”sesungguhnya kamu termasuk ahli surga” kemudian Ia berkata: “andai saya hidup sampai habis makan kurma-kurma ini, maka sesungguhnya ia adalah kehidupan yang panjang”. Usai berkata, maka ia melemparkan kurma-kurma yang ada padanya kemudian ia memerangi mereka sampai terbunuh” HR.Muslim dalam Shahihnya [no.1901] dari jalur-jalur dari Hasyim Ibnul Qasim, telah mengabarkan kami Sulaiman Ibnul Mughirah dari Tsabit dari Anas Ibnu Malik…

Dan ada dalam shahih Muslim [no.1889] dari Jalan Abdul Aziz Ibnu Hazim dari ayahnya dari Ba’jah dari Abu Hurairah dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam, bahwa Beliau berkata: “sebaik-baiknya kehidupan manusia bagi mereka adalah, seorang laki-laki yang memegang kendali kudanya di jalan Allah, ia melesat di atas punggungnya setiap kali ia mendengar suara teriakan atau peperangan maka ia terbang di atasnya, ia mencari tempat-tempat pembunuhan atau kematian. Atau orang yang berada di tengah-tengah kambingnya di atas lereng gunung di lembah dari lembah-lembah ini, ia mendirikan sholat dan menunaikan zakat serta beribadah kepada Rabb-Nya sampai menemui kematian, tidak ada pada manusia kebaikan kecuali itu”.

Dan banyak mereka adalah orang-orang yang terjelma pada mereka hakekat ini dan ‘Ubudiyah ini, mereka mencari-cari syahadah saat manusia lain mencari dunia dan kelezatannya…
Biarkan kami pergi pada jalan-jalan harga diri kami
Sedang kami memiliki bekal berupa cita-cita yang tinggi
Janji buat kami adalah kemenangan yang nyata,
Maka bila kami mati
Maka di sisi Rabb kami ada tempat tersedia

BIARKANLAH KAMI MATI HINGGA MERAIH KESYAHIDAN…
KARENA MATI DI JALAN HIDAYAH ADALAH KELAHIRAN…

JANGAN HERAN! KARENA KEHIDUPAN MUJAHIDIN SELURUHNYA AJAIB

Syiar mereka adalah: “Saya menang demi Tuhannya Ka’bah”. Tsumamah Ibnu Abdillah Ibnu Anas berkata: Saya mendengar Anas Ibnu Malik Radiyallahu ’anhu berkata: tatkala di tusuk Haram Ibnu Malhan –sedang ia adalah pamanya- di hari sumur Ma’unah, ia mengisyaratkan dengan darahnya: begini, terus Ia melumurkan darah itu ke wajah dan kepalanya, terus berkata: “saya menang, demi Tuhan Ka’bah”. HR.Al-Bukhari [no.4092] dalam shahihnya dari jalan Abdullah Ibnu Mu’ammar dari Tsumamah.

Dan Al-Waqidi meriwayatkan bahwa ‘Amir Ibnu Fuharah mengatakannya, kemudian orang yang membunuhnya masuk Islam saat itu juga, dan saat Khubaib Ibnu ‘Addi di tawan dan di kedepankan untuk di bunuh, dia berujar:
“saya tidak peduli dalam keadaan muslim saya di bunuh
Di sisi manapun karena Allah sebab saya terbunuh
Dan itu karena Dzat Allah dan bila Dia mau
Dia memberkati terhadap anggota-anggota badan yang terputus”
Engkau bisa meliha ini di Shahih Bukhari [no.3045]

Hadist-hadist tentang hal ini banyak, dan hikayat-hikayat tentang para pendekar Islam tidaklah membosankan, dan para ibu tidaklah mandul dari melahirkan para pemberani itu. Nama-nama Jihadiyah yang muncul pada masa kita ini berlomba-lomba muncul dalam ingatan saya, inilah sang Panglima ‘Abdullah ‘Azzam, Jamilurrahman, Anwat Sya’ban, Yahya Ayyash Rahimahumullah, serta Komander Samir As-Suwailim yang di kenal dengan sebutan Khattab. Umat ini telah menderita sebulan yang lalu dengan terbunuhnya beliau, karena di racun pada umur yang tidak lebih dari 33 tahun, beliau dilahirkan pada tahun 1309 H, beliau bergabung dengan Mujahidin Afghan pada umur 18 tahun dan terus senantiasa berada di medan-medan perang sampai akhirnya ia memimpin Tentara Islam di peperangan Chechnya dan menimpakan banyak kerugian pada musuh. Ia memang mencari Syahadah dan khawatir meninggal di selain tanah Jihad, maka Allah menyampaikan pada cita-citanya.

Dan kami meyakini bahwa lenyapnya sang panglima pemberani ini serta Mujahidin piawai lainnya tidak akan melemahkan Mujahidin atau meluluhkan mereka. Bila mati seorang pendekar pemberani seperti Khattab Rahimahullah, maka sesungguhnya pada umat ini terdapat pendekar lainnya dan orang-orang yang tulus terhadap Dien ini. Karena sesungguhnya Umat yang di rahmati ini selalu terus memberi, ia melahirkan Orang-orang yang shalih, para Imam yang bertaqwa, Ulama yang jujur dan Panglima yang mukhlis.
Bila mati ditengah kami seorang tokoh maka berdiri tokoh yang lain, yang mengucapkan lagi melakukan apa yang di ucapkan orang-orang yang mulia.

Yang mencetak tokoh, dan menanamkan pada mereka kekuatan dan keberanian adalah aqidah dan keteguhan diatas prinsip.

Kami memohon kepada Allah Ta’ala agar membela Dien-Nya, meninggikan kalimat-Nya, memenangkan Auliya-Nya dan menghinakan musuh-musuh-Nya.

Ya Allah sesungguhnya bumi adalah bumi-Mu, langit adalah langit-Mu dan laut-adalah laut-Mu.
Ya Allah apa yang di miliki yahudi para perampas dan kristen yang aniaya berupa kekuatan di langit maka jatuhkanlah, dan apa yang mereka miliki berupa kekuatan di bumi maka hancurkanlah serta apa yang mereka miliki berupa kekuatan di laut, maka tenggelamkanlah…

Wal Hamdulillahi Rabbil ‘Alamiin

Saudara Kalian: Sulaiman bin Nashir bin Abdillah Al-‘Ulwan
10/4/1423 Hijriyah
Alih bahasa: Abu Sulaiman

About Haroky2000

The Prophet SAW said : “Islam begin as something strange ( Ghuroba` ), and it will return as something strange the way it began”.

Posted on Mei 8, 2011, in Kajian. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: