Ibnu Khattab.. Pergi Ke Mana Pun Jihad Memanggil


“Ketika seorang Panglima Chechnya terluka,

itu berarti ia berjuang bahu-membahu bersama pasukannya.”

( Ibn Khattab )

Pemuda yang menjanjikan
Samir Saleh Abdullah Al-Suwailem lebih dikenal dengan nama Ibn Khatab karena kekagumannya pada sosok khalifah, Umar bin Khattab RA. Ia lahir di Arar, kota perbatasan utara Arab Saudi pada 1969. Ayahnya berasal dari Saudi dan Ibunya berdarah Turki. Khattab memiliki 8 saudara dan dibesarkan dalam keluarga yang cukup berada serta terpelajar, dikenal sebagai pemuda yang berani dan kuat. Di sekolah ia pun termasuk anak yang cerdas.

Khattab pergi ke Amerika pada 1987 saat berumur 17 tahun untuk melanjutkan sekolahnya. Namun beberapa tahun kemudian ia terlihat di antara sukarelawan Arab di Afganistan. Tahun 1987 adalah puncak jihad Afganistan melawan Uni Sovyet, di mana pemuda dari belahan negara muslim dunia berbondong-bondong datang ke Afganistan menyambut seruan jihad dari tokoh Islam seperti Sheikh Abdullah Azzam (dibunuh/ 1989), Sheikh Tamim Adnani (meninggal/  1988) dan Usama bin Ladin.
Prestasi gemilang dan aksi heroik para pejuang Muslim melawan negara-negara adidaya menyulut gelora jihad umat muslim lainnya tak terkecuali Khattab. Ia memutuskan ikut berjihad untuk pertamakalinya ke Afganistan (1987).Jihad Afganistan
Khattab menuntaskan latihannya di kamp dekat Jalalabad dan berdiri di garis depan. Salah seorang pelatihnya adalah Hassan As-Sarehi, Komandan Operasi Sarang Singa di Jaji, yang terkenal itu. Enam tahun kemudian, Khattab telah menjadi salah satu mujahid yang diperhitungkan dunia. Ia terkenal berani membuka konfrontasi langsung dan pantang menunjukkan rasa sakit saat terluka. Ia muncul di tiap operasi besar di Afganistan (1988-1993) termasuk perebutan Jalalabad, Khost dan kabul.

Khattab kehilangan dua jemari tangan kanannya saat berniat melempar granat rakitan Sejak itu ia tak pernah melepaskan sarung tangannya.

Jihad Tajikistan
Saat Soviet mundur dari Afganistan dan komunis berhasil dikalahkan para Mujahid, Khattab bersama sekelompok kecil teman berangkat ke Tajikistan (1993) setelah mendengar peperangan yang sedang terjadi di sana melawan musuh yang sama. Dua tahun mereka menetap di sana memerangi Rusia di tengah salju di daerah  pegunungan berbekal persenjatan dan amunisi yang sangat terbatas.

Bersama pasukannya, Khattab kembali ke Afganistan di awal 1995. Saat itu perang Chechnya baru dimulai dengan warga yang dihinggapi kebimbangan memposisikan antara  agama dan perang.

Jihad Chechnya

Khattab tergerak ke Chechnya saat menyaksikan siaran televisi yang memperlihatkan sekelompok orang Chechnya memakai ikat kepala bertuliskan syahadat dan meneriakkan takbir. Ia berhasil masuk Chechnya dengan menjadi reporter televisi. Kefasihannya berbahasa Arab, Rusia, Inggris dan Pashtu membantunya mudah berinteraksi. Bersama teman-temannya sesama mujahid Afganistan, kelompok beranggotakan 8 orang ini sampai di Chechnya pada musim semi 1995. Kelompok Khattab tak hanya melatih penduduk Chechnya tapi juga mujahid yang bergabung dari negara lain. Saat itu sedang bergejolak perang Chechnya yang pertama.
Khattab bertemu Shamil Basayev, seorang pemimpin pejuang Chechnya. Bersama Basayev, Khattab yang menyandang posisi Panglima Pasukan Islam Dagestan, memperjuangkan pendirian negara Islam di Chechnya.

Rangkaian Serangan
Satu operasi penyerangan gemilang saat penyergapan di Shatoi pada 16 April 1996 di mana ia memimpin 50 orang mujahidin menghancurkan satu konvoi pasukan berkendara Rusia yang sedang meninggalkan Chechnya. Sumber resmi militer Rusia mengungkapkan 223 tentara Rusia terbunuh termasuk 23 pejabat tingginya dan menghancurkan seluruh kendaraan pasukan. Lima mujahidin mati syahid dalam operasi tersebut. Boris Yeltsin harus membawa kasus penyerangan itu ke parlemen.

Beberapa bulan kemudian, pasukan Khattab menyerang sebuah barak militer Rusia, menghancurkan helikopter-helikopter tempur dengan tank. Satu pasukannya juga bergabung bersama operasi penyerangan Grozny yang dipimpin Basayev pada Agustus 1996.
Khattab muncul pada 22 Desember 1997, menggerakkan satu pasukan berjumlah 100 orang mujahidin Chechnya dan negara lain, masuk ke daerah Rusia dan menyerang markas-markas Brigadir motor tempur militer Rusia. Penyerangan ini mengakibatkan 300 kendaraan hancur dan banyak tentara Rusia yang tewas. Dua mujahidin mati syahid termasuk seorang komando senior Afganistan, Abu Bakar Aqidah.  Seluruh pasukan Rusia mundur dari Chechnya pada musim gugur 1996. Ini adalah sebagian penyerangan dari sejumlah operasi yang berhasil memukul mundur Rusia di Chechnya (Khartashoi, 1995; Shatoi, 1996; Yashmardy, 1996) dan dalam daerah Rusia sendiri (Dagestan, 1997 hingga 1999).
Saat perang Chechnya II, pada 29 Pebruari 2000 Khattab mengutus pasukan di bawah komando Amir Abu al-Walid menyerang pasukan parasut Rusia. Sebanyak 86 prajurit Rusia tewas. Pada 29 Maret 2000, Khattab menghabisi 34 pasukan elite Rusia OMON yang berkonvoi, sebanyak 9 tentara ditawan lalu dieksekusi.

Taktik Media
Khattab pernah mengatakan: “Allah memerintahkan kita memerangi orang kafir dengan apa yang mereka perangi terhadap kita. Mereka memerangi  kita dengan media dan propaganda, jadi kita harus memerangi mereka juga dengan media kita.” Karena itu ia selalu memfilmkan tiap orang dan tiap operasi penyerangannya. Khattab memiliki perpustakaan berisi ratusan video  mulai dari pertempurannya di Afganistan, Tajikistan dan Chechnya. Ia yakin kata-kata saja belum cukup  menjawab tuduhan palsu media-media musuh, juga harus dibuktikan dengan rekaman video. Ia sempat mengabadikan penghancuran pasukan Rusia dalam operasi Dagestan pada Agustus 1999 yang menunjukkan ratusan mayat-mayat tentara Rusia, beberapa kali lipat banyaknya dari jumlah laporan resmi militer Rusia yang hanya menyebutkan 40 tentara tewas.

Pemimpin alami
Khattab sering disebut-sebut sebagai Khalid bin Walid masa kini. Ia yakin sepenuhnya bahwa ajal akan datang menjemput bila sudah waktunya, tidak terlambat atau lebih satu menit pun. Ia berhasil lolos dari beberapa usaha pembunuhan. Yang paling nyaris adalah saat truk besar Rusia yang dikendarainya dibom pasukan Rusia. Truk tersebut hancur berkeping-keping namun Khattab selamat tanpa luka segores pun.

Di balik aksi garangnya di medan jihad, Khattab begitu perhatian pada anak buahnya. Ia juga selalu memastikan penduduk sipil tidak terganggu dan terluka. Tidak seperti sebagian besar tokoh tokoh pejuang Arab yang sarat pengetahuan religius atau kaum intelektual, Khatab hanya seorang pemimpin alami yang mengikuti kata hatinya. Ia memiliki satu tim calon pemimpin yang sangat terlatih dan mampu menggantikannya bila ia terbunuh.

Pembunuhan licik

Asy Syahid Amir Khattab bersama dengan anaknya

Kontak terakhir Khattab dengan keluarganya, tiga bulan sebelum wafat 19 Maret 2002. Ia hanya mengunjungi Arab Saudi dua kali sejak jihad Afganistan. Khattab tewas akibat menghirup gas beracun dari surat yang disusupi Rusia’s Federal Security Service. Menurut pakar racun Moskow dan London, amplop surat tersebut kemungkinan telah disemprot neurotoksin yang menyerap ke tubuh melalui kulit dan dengan cepat menyebabkan serangan jantung atau susah bernapas. Orang yang paling dicurigai bertanggung jawab atas pengkhianatan itu adalah Ibrahim Alauri, teman terdekatnya. Khattab disebutkan menikahi seorang wanita Dagestan dan memiliki tiga orang anak.

Media kafir telah menciptakan figur Khattab sebagai seorang teroris. Namun di mata para pejuang Allah dan sebagian besar umat muslim seluruh dunia, ia adalah salah seorang pemimpin yang berani melawan cengkeraman kuku-kuku imperialisme dan inspirasi bagi siapapun yang membela agama Allah.

Wawancara

Ibnu Khattab dijuluki “The Lion of Chechnya”. Selain berani ia juga sangat ditakuti oleh tentara Rusia. Bersama Shamil Basayev dan Salman Raduyev, mereka dicap oleh pemerintah Rusia sebagai “the most wanted and dangerous man in Chechnya”. Berikut ini terjemahan bebas dari wawancara eksklusif dengan salah satu komandan militer mujahidin terkenal di Kaukasus itu.

Apa latar belakang jihad di Dagestan?

Jihad di Dagestan dimulai setelah invasi pasukan Rusia memasuki kota-kota muslim di Dagestan di mana UU syari’ah diterapkan. Kota-kota seperti Karamakhe, Shabanmakhe dan beberapa kota di wilayah Soumada, memisahkan diri dari pemerintahan Dagestan pro-Rusia pada 1998 lalu. Dalam sejarah Kaukasus telah dikenal sejak dulu bahwa bangsa Chechen dan Dagestan adalah sama. Mereka punya keimanan yang sama, sejarah yang sama dan hidup bersama dalam jangka waktu yang lama bahkan bertempur bersama-sama melawan musuh bersama, komunis Rusia.

Beberapa pekan sebelum berlangsungnya jihad di Dagestan, pemerintah Rusia mengerahkan polisi-polisi khusus yang terlatih dan bersenjata berat untuk memerangi kaum muslimin di wilayah Kaukasus, khususnya terhadap penduduk Dagestan yang kembali ke Islam dan mengamalkan syari’at Islam. Bahkan pemerintah Dagestan meminta Rusia agar mengirim militer ke desa-desa muslim. Selanjutnya mujahidin dari Kaukasus, khususnya mujahidin Dagestan, meminta pemerintah Dagestan untuk menggunakan cara-cara legal dan terhormat untuk menghentikan situasi ini.

Sayangnya, anjuran ini tidak didengarkan. Sebaliknya, pemerintah Dagestan dan Rusia mulai melakukan pemboman dengan artileri berat dan serangan udara. Itulah yang dilakukan oleh tentara Rusia. Beberapa pekan setelah pemboman, mujahidin memutuskan untuk meladeni pasukan Rusia yang telah bercokol di wilayah ini, di bawah pimpinan umum Shamil Basayev, komandan tempur seluruh mujahidin. Saya sendiri menjadi komandan operasi militer. Setelah melalui beberapa perencanaan, kami memasuki wilayah Botlikh di Dagestan, dan terlibat konfrontasi senjata dengan pasukan Rusia.

Di Botlikh kami menghancurkan 5-7 helikopter tempur dan 2 pesawat tempur Rusia. Kemudian 18 kendaraan tempur (BMP, BTRs, dll) hancur, lebih dari 400 tentara Rusia (atas idzin Allah) terbunuh dan terluka. Kami juga menghancurkan sebuah helikopter di mana 3 orang jenderal senior Rusia dan banyak pejabat tinggi AU Rusia terbunuh. Kerugian-kerugian ini telah banyak diberitakan oleh televisi Rusia. Fakta ini tidak bisa disembunyikan oleh media dan pemerintah Rusia.
Sementara pihak mujahidin hanya menderita kerugian kecil, yaitu beberapa kendaraan kami yang hancur, tapi itu pun berhasil kami bawa kembali. Kami kehilangan 38 saudara kami yang menemui syahidnya, semoga Allah menerima kesyahidan mereka. Sekitar 25 mujahidin luka ringan, dan 15 lainnya menderita luka yang memerlukan waktu untuk memulihkannya.

Dalam operasi militer di Botlikh, wakil komandan militer kami, Hakeem Al-Madani, menemui syahidnya. Demikian juga dengan Sheikh Abu Musab (dari Aljazair). Pasukan Rusia menggunakan segala macam senjata untuk melawan mujahidin, mulai dari serangan udara, tank, artileri berat dan bom napalm, mortir, kendaraan militer, dan masih banyak lagi.

Setelah 19 hari di Dagestan, kami menarik diri. Adalah sangat tidak mungkin menjadikan Dagestan sebagai basis tetap kami dan melakukan konfrontasi dengan Rusia yang memiliki angkatan bersenjata kuat dan besar di dunia. Strategi yang paling mungkin dilakukan oleh mujahidin adalah “serang dan pindah”, memukul sebanyak mungkin konvoi kendaraan militer, menyerang pangkalan militer dan pos-pos komando, seperti halnya jihad di Chechen. Tiga hari setelah meninggalkan Dagestan, pasukan Rusia mengepung Karamakhe sekali lagi. Karamakhe adalah salah satu kota di Dagestan yang menerapkan syari’at Islam. Kota ini dan penduduknya tidak pernah terlibat dalam setiap masalah internal pemerintah Dagestan atau setiap pertempuran melawan polisi militer Dagestan. Tapi tepat pukul 24.00 malam, pasukan Rusia menjatuhkan bom-bom sebagai kampanye melawan Karamakhe.
Sekali lagi mujahidin dan kaum muslimin di wilayah tersebut meminta pemerintah Dagestan untuk menghentikan aksi pemboman oleh pihak Rusia. Namun tidak ada yang mendengarkan seruan tersebut. Oleh karena itu, ini kewajiban kami untuk pergi dan menolong saudara-saudara muslim di Dagestan untuk melawan kekuatan syetan, sebagaimana telah kami lakukan di Botlikh.

Kenapa Rusia membom penduduk sipil Chechen?

Rusia menggunakan dua cara dalam membom desa-desa di Chechen yang telah menewaskan wanita dan anak-anak. Pertama, mereka terus-menerus membombardir desa-desa Chechen dekat perbatasan Dagestan dengan altileri berat. Kedua, mereka melancarkan serangan udara terhadap kota-kota dan desa-desa di seluruh Chechnya. Pada 27 September 1999, sekitar 400 penduduk sipil terbunuh dan 700 lainnya luka-luka, kebanyakan wanita dan anak-anak. Ratusan penduduk mengungsi dari daerah-daerah yang menjadi sasaran pemboman. Sekitar 15-20 kota-kota dan desa-desa telah dibom, 4 desa luluh lantak, tak tersisa satu buah rumah pun. Sampai hari ini, kampanye pemboman masih terus berlanjut di sebagian wilayah Chechnya, menambah kerugian penduduk sipil. Serangkaian protes telah dilakukan di Grozny atas aksi pemboman tersebut, bahkan secara khusus Presiden Chechnya, Aslan Mashkadov, melakukan protes kepada Rusia.

Tetapi siapa yang akan mendengar protes mereka? Pernyataan perang bukanlah hal baru bagi penduduk Kaukasus umumnya dan Chechen khususnya. Sebagian besar penduduk di wilayah ini telah menyatakan perang melawan komunis Rusia. Setiap orang siap untuk berperang melawan rejim Rusia yang menindas, insya Allah.

Anda dan Shamil Basayev dituduh otak di balik peledakan-peledakan gedung di Moskow?

Sebelum saya menjawab hal itu, izinkan saya mengajukan beberapa pertanyaan kepada anda.
Pertama, kemana suara media dunia (Barat) ketika polisi militer Dagestan dan pasukan Rusia mengepung kota-kota Karamakhe, Shabanmakhe dan wilayah Soumada, melakukan pemboman dengan serangan udara dan artileri berat hanya karena kota-kota tersebut ingin melaksanakan syari’at Allah? Kota-kota dan wilayah tersebut tidak pernah terlibat dalam setiap masalah internal pemerintah, juga tidak pernah membuat masalah dengan pemerintah Dagestan dan Rusia.
Kedua, mengapa media dunia diam membisu ketika lebih dari 500 wanita dan sekitar 1000 anak-anak mencari perlindungan dan meninggalkan kotanya selama pemboman besar-besaran Rusia? Banyak yang terbunuh dan terluka selama pemboman Rusia tersebut.

Ketiga, mengapa seluruh dunia menolak untuk berdiri dan mengutuk pemboman setiap hari desa-desa di Chechen? Kerugian yang diderita sampai sekarang telah mencapai 400 orang terbunuh dan 700 terluka, dengan ribuan kehilangan tempat tinggal. Sekitar 15 sampai 20 desa dan kota hancur seluruh dan sebagiannya.

Terakhir, mengapa dunia dan PBB menolak untuk menekan pemerintah Rusia untuk mengimplementasikan kesepakatan yang telah ditandatangani antara Rusia dan Chechnya setelah perang Chechnya pada 1996? Mengapa bandara Grozny tidak dibuka untuk jalur internasional? Mengapa perbatasan Chechen tetap ditutup? Mengapa Rusia mengembargo Chechen di bidang perdagangan dan supply?
Kami sebagai muslim dan mujahidin berperang hanya melawan tentara-tentara kafir. Adalah dilarang bagi kami untuk membunuh wanita dan anak-anak. Ini merupakan bagian dari keyakinan agama kami. Segala bentuk pemboman dan pembunuhan itu dilakukan oleh tentara Rusia terhadap penduduk sipil Chechen karena mereka tidak dapat mengalahkan mujahidin di medan perang, sekalipun mereka menganggap sebagai angkatan bersenjata terbesar di dunia. Mereka membom wanita dan anak-anak untuk membalikkan masyarakat agar melawan mujahidin. Mereka membuat makar tetapi Allah sebaik-baik pembuat makar.

Selama pasukan Rusia terus menerus melakukan kampanye pemboman melawan penduduk Chechen dan menindas muslim di Kaukasus, kami tidak bertanggungjawab terhadap rangkaian pemboman di Moskow dan Rusia. Tentu saja, dunia akan menuduh Shamil Basayev dan saya berada di belakang aksi pemboman di Moskow dan Rusia. Kami menolak bertanggungjawab atau menjadi bagian dari permainan dari serangkaian pemboman tersebut. Peran dan tanggungjawab kami adalah mengorganisir mujahidin untuk melawan para agresor Rusia di wilayah Kaukasus.

Ada rumor yang menyatakan bahwa anda menerima 25 juta dari Osama Bin Laden?

Barat dan sebagian dari negara-negara menuduh Osama Bin Laden menjadi sponsor utama dan mengorganisir apa yang dinamakan dengan ‘International Terrorism’, hari ini. Tapi sejauh yang kami tahu, ia adalah saudara kami (brother in Islam). Ia adalah seorang yang berpengetahuan dan seorang mujahid yang berjuang dengan kekayaan dan dirinya sendiri untuk kejayaan Allah. Ia seorang saudara yang tulus dan ia seorang pejuang tulen. Kami tahu bahwa ia terlibat dengan mujahidin di Afghanistan dan di belahan dunia lainnya. Namun jarak antara dia dengan kami adalah sangat besar. Sebagaimana anda ketahui, kami tidak pernah melakukan kontak dan komunikasi dengannya.
Apa yang dikatakan oleh orang-orang Amerika tidak benar. Namun ini sudah menjadi kewajiban setiap muslim untuk saling menolong dalam menda’wahkan agama Islam. Osama Bin Laden adalah satu dari sekian banyak potensi jihad, juga seorang komandan utama mujahidin di seluruh dunia. Ia berjuang bertahun-tahun melawan komunis di Afghanistan dan sekarang ia sibuk dengan perang melawan imperialisme Amerika.
Osama Bin Laden tidak pernah membiayai kami dalam jihad di Dagestan. Bahkan selama jihad di Afghanistan, sejumlah dana yang diisukan itu ($25 juta) tidak pernah dibelanjakan oleh mujahidin dalam memerangi pasukan Rusia. Kebutuhan mujahidin sebenarnya sangat sederhana, yaitu sedikit senjata dan uang. Ada atau tidak ada uang yang berjumlah jutaan dollar itu, tidak akan meninggalkan kami dari Jihad untuk menegakkan kalimat Allah. Senjata kami hanya keyakinan kepada Allah (Iman). Kami hanya memohon pertolongan kepada Allah. Senjata, dana, bantuan dari individu-individu atau kelompok bukanlah segalanya. Allah akan menolong siapa saja yang sungguh-sungguh berjuang untuk kejayaan-Nya.

Pesan anda terhadap dunia Islam?

Pertama, dunia Islam dapat membantu mujahidin dengan do’a (agar memohon kepada Allah untuk menolong mujahidin). Kemudian mereka mengikuti berita dan perkembangan mujahidin di Kaukasus. Itu yang dibutuhkan mujahidin lebih dari yang lainnya. Selama jihad di Chechnya, Amerika dan negara-negara lain aktif menyebarkan berita bahwa jihad di Chechnya adalah masalah internal Rusia. Kaum muslimin harus mengetahui kebenaran yang sesungguhnya.
Kedua, ini adalah kewajiban bagi kaum muslimin untuk berjihad dan berjuang menegakkan nama Allah. Allah menegaskan beberapa kali dalam Qur’an agar berjuang dengan dana (amwaal) dan diri sendiri (anfus) di jalan-Nya. Rasulullah saw menyatakan dalam banyak hadits akan pentingnya jihad. Islam disebarkan ke seluruh dunia adalah dengan da’wah dan jihad. Kami mengajak anda untuk bergabung dan berjihad melawan komunis Rusia.
Kami tetap akan melanjutkan jihad di wilayah ini. Saudara-saudara kami di Kaukasus siap untuk konfrontasi dengan pasukan Rusia. Perjuangan ini akan berlangsung lama dan sulit, tetapi Allah selalu bersama orang-orang yang benar.

dari berbagai sumber yang lebih mendukung perjuangan atas ketertindasan umat Islam

About Haroky2000

The Prophet SAW said : “Islam begin as something strange ( Ghuroba` ), and it will return as something strange the way it began”.

Posted on April 13, 2011, in Sudut Waktu. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: