Izzul Islaam wal Muslimiin

(suaramimbar)Dalam riwayat Ibnu Ishaq disebutkan bahwa kemenangan Rasulullah saw dan kaum muslimin dalam Perang Badar pada 17 Ramadhan 2 H, mengundang reaksi sinis Yahudi dari anak suku Qoinuqo’. Mereka menyatakan kepada Nabi saw : “Hai Muhammad, jangan terlalu bangga, sesungguhnya engkau bertemu dengan suatu kaum yang tidak punya pengetahuan apa pun tentang perang, sehingga engkau mendapat kesempatan menang dari mereka. Sedang kami, demi Tuhan, jika engkau memerangi kami, niscaya engkau akan tahu bahwa sesungguhnya kami adalah manusia yang sebenarnya !” Namun, Rasulullah saw tidak mengambil hati dengan tantangan dan cemoohan tersebut, karena beliau berjiwa besar dan penyabar. Lalu dalam riwayat Ibnu Hisyam diceritakan bahwa sebulan setelah Perang Badar, yaitu pada pertengahan bulan Syawwal 2 H, seorang wanita muslimah yang sedang berdagang di Pasar Qoinuqo’ diusili oleh seorang pedagang Yahudi sehingga tersingkap auratnya, ketika wanita tersebut marah ia justru ditertawakan orang-orang Yahudi sepasar. Bersamaan dengan itu, seorang pemuda muslim yang melihat kejadian itu ikut marah, lalu ia menghardik si Yahudi yang usil tadi bahkan akhirnya ia membunuhnya. Orang-orang Yahudi di pasar tersebut murka dan ramai-ramai mengeroyok si pemuda serta membantainya. Peristiwa tersebut menggemparkan Kota Madinah, dan sampai kepada Rasulullah saw. Beliau pun mengumpulkan para Sahabat untuk meneliti sabab musabbab terbunuhnya seorang muslim di Pasar Yahudi Qoinuqo’. Setelah melalui penyelidikan yang cermat dan mendalam, akhirnya Rasulullah saw menyimpulkan bahwa Yahudi Qoinuqo’ telah melanggar perjanjian antara mereka dengan kaum muslimin, dimana telah disepakati sejak kedatangan Rasulullah saw ke Madinah bahwasanya mereka dan kaum muslimin tidak boleh saling mengganggu atau membantu pihak lain yang mengganggu. Selanjutnya, Rasulullah saw memakai baju perangnya memimpin kaum muslimin untuk memerangi Yahudi Qoinuqo’. Selama 15 malam, wilayah Qoinuqo’ dikepung oleh kaum muslimin, ternyata mereka yang semula sombong dengan keberanian dan kegagahan, kini ketakutan dan tidak berani untuk melawan, sehingga akhirnya mereka menyerah dan diusir dari Madinah ke Khaibar tanpa pertumpahan darah. Sekali lagi Rasulullah saw menunjukkan kebesaran jiwanya dalam menghadapi Yahudi Qoinuqo’. Namun demikian, hukum tetap ditegakkan terhadap pengkhianat perjanjian dengan tidak mengizinkan Yahudi Qoinuqo’ tinggal di sekitar Madinah lagi. Inilah ketegasan Rasulullah saw terhadap pengkhianatan. Dari fakta sejarah di atas, ada satu pelajaran penting tentang ‘Izzul Islam wal Muslimin (Kemuliaan Islam dan Muslimin). Betapa Rasulullah saw tidak membiarkan gangguan fisik dalam bentuk apa pun terhadap kaum muslimin. Mengganggu seorang wanita muslimah berarti mengganggu seluruh kaum muslimin. Melecehkan kehormatan seorang wanita muslimah berarti melecehkan kehormatan Islam dan kaum muslimin. Tindakan yang diambil Rasulullah saw bukan hanya untuk membela dan menjaga kehormatan si muslimah tersebut, tapi juga untuk membela dan menjaga kehormatan seluruh muslimah agar tidak pernah lagi dilecehkan oleh siapa pun di kemudian hari. Bahkan untuk membela dan menjaga kehormatan Islam dan kaum muslimin selamanya. Karena itulah, Nabi saw tidak pernah menyalahkan sang pemuda muslim yang membunuh si pedagang Yahudi yang usil dan jahat tersebut. Kini, mari kita renungkan, andaikan Rasulullah saw saat ini hidup di tengah-tengah kita ( – tentu saja ruh beliau selalu hidup di tengah umatnya – ), lalu melihat apa yang dilakukan Israel kepada umatnya di Gaza. Apa gerangan kiranya yang akan dilakukan Rasulullah saw ?! Di Gaza, rumah-rumah kaum muslimin diluluh-lantakkan, masjid-masjid dihancurkan, harta benda dimusnahkan, jiwa raga dilenyapkan. Bom-bom kimia dijatuhkan, ribuan umat Islam terluka, bahkan tewas. Orang tua tak berdaya dianiaya, wanita-wanita lemah dibunuh, anak-anak tak berdosa dibantai. Belum lagi Si gadis kecil mungil berusia 4 tahun, Syahd namanya, ditembak saat sedang bermain, lalu dijadikan santapan anjing. Masih ada lagi anak-anak tak berdosa lainnya yang kehilangan tangan dan kaki atau anggota tubuh lainnya, bahkan ada yang kehilangan kepala. Ya Rabb ! Sementara Gaza berduka, masih saja ada umat Islam yang sibuk membela Israel dan menyalahkan Hamas. Bahkan ada yang menyalahkan bangsa Palestina secara keseluruhan. Ada yang menyebut Palestina keras kepala tidak mau berdamai dan mengakui Israel, lainnya lagi menyebut Palestina sebagai sumber petaka dan maksiat. Ada lagi yang menghina bahwa Palestina adalah bangsa yang kotor dan jorok serta tidak tahu diri. Selain itu, masih juga ada umat Islam yang menyatakan bahwa pengiriman Mujahidin ke Palestina sebagai tindakan gegabah dan hanya menambah beban masalah. Ada pula yang menyindir bahwa demonstrasi untuk solidaritas Palestina sebagai tindakan tak berarti. Sedang pemboikotan produk Israel atau produk negeri yang mendukung Israel dikatakan sebagai kurang kerjaan dan hanya bikin susah diri sendiri. Bahkan bantuan kemanusiaan untuk Gaza pun dicerca dengan alasan di dalam negeri masih lebih membutuhkan. Masih ditambah lagi dengan sebagian umat di dalam mau pun di luar negeri, yang menjadikan Palestina sebagai komiditas politik untuk kepentingan politik sesaat. Bahkan ada yang cari keuntungan dan popularitas di tengah duka Gaza. Sementara di antara mereka yang sudah bagus sikapnya dalam kepedulian terhadap Palestina ada yang tidak kompak. Hanya mau kerja sendiri, karena merasa besar dan kuat. Bahkan ada yang merasa caranya adalah yang paling bagus dan paling benar, sedang cara yang lain salah dan tidak berguna. Laa ilaaha illallaah… ! Astaghfirullaah. ..! Sampai kapan umat terus berdebat ?! Hanya bicara tanpa berbuat ! Innaa Lillaahi Wa Innaa Ilaihi Rooji’uun… ! Padahal, apa saja yang kita lakukan untuk mendukung Palestina, selama tidak langgar syariat, dari mulai Doa, Acara Amal, Boikot, Demo, Bantuan Kemanusiaan, sampai kepada Pengiriman Mujahidin, semuanya bagus, penting dan pasti manfaat. Yang penting, lakukan saja semampu kita dengan ikhlas karena Allah SWT. Jangan mencela dan jangan sekali-kali merasa kepeduliannya lebih baik dari yang lain. Bangunlah kebersamaan dan kerjasama dalam cinta dan kasih persaudaraan Islam. Di tengah hiruk pikuk perdebatan tak berarti, datang berita dari Asy-Syeikh Muhammad Al-Hasan Ad-Daduw melalui salah satu stasiun televisi Arab, beliau mengatakan bahwa seorang Ulama di kota Riyadh – Saudi Arabia mengabarkannya bahwasanya ia telah mimpi bertemu dan melihat Rasulullah saw dalam keadaan marah, beliau berkemas dan memakai pakaian perangnya, lalu sang Ulama dalam mimpinya bertanya : “Hendak kemana gerangan anda wahai Rasulullah ?” Beliau pun menjawab : “Ke Gaza !” Barangsiapa yang melihat Rasulullah saw dalam mimpi, maka berarti ia telah melihatnya dengan sesungguhnya, karena syetan tak kuasa untuk menyerupai Rasulullah saw dalam mimpi sekali pun, sebagaimana diberitakan Nabi saw dalam suatu haditsnya.

Ya Rabb ! Dalam mimpi pun Rasulullah saw sangat peduli kepada umatnya, bahkan tetap memakai baju perangnya untuk ‘Izzul Islam wal Muslimin. (sumber Tabloid SUARA ISLAM edisi 60 tgl. 10 – 24 Shafar 1430 H / 6 – 20 Februari 2009 M)

About Haroky2000

The Prophet SAW said : “Islam begin as something strange ( Ghuroba` ), and it will return as something strange the way it began”.

Posted on Februari 27, 2009, in Taklimat. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: