Arsip Bulanan: April 2011
Abu Mansyur al Amriki Nasyid
Chorus:
Send me a cruise like Maa’lam Adam al Ansari
And send me a couple of tons like Zarqawi
And send me a drone like Abu Laith al Libi
And Special Forces like Saleh Ali Nabhani
Send me all four and send me much much more
I pray for that on my way to heavens door
Send me four and send me more, that what I implore
An amazing martyrdom I strive for and adore Read the rest of this entry
Knud Valdemar, Mualaf Denmark yang Berjihad Melawan Penjajahan Italia
Knud Valdemar Gylding Holmboe lahir pada 22 April 1902, sebagai anak tertua dari keluarga pedagang yang terpandang di kota Horsens, Denmark. Sejak remaja, Knud sudah tertarik dengan ilmu filsafat dan agama dan dalam usia muda, Knud sudah bekerja sebagai wartawan magang dan menulis untuk sejumlah koran lokal di Denmark.
Pada usia 20 tahun, Knud menyatakan memeluk agama Katolik dan tinggal di sebuah seminari di Clairvaux, Prancis. Dengan cepat ia membaur dalam kehidupan biara dan ingin memperdalam ilmu agamanya ke tempat lain. Tahun 1924, ia pun pergi ke Maroko dan di negara inilah ia malah mengenal Islam.
Knud sering menemui seorang syaikh di sebuah masjid kecil di kawasan pegunungan di negara itu. Dari pertemuan-pertemuan itu, Knud menyadari bahwa hatinya terpaut pada Islam. Setahun kemudian, ia pun mengucapkan dua kalimat syahadat. Read the rest of this entry
Ucapan Selamat untuk Kaum Muslimin atas Dieksekusinya Kolonel Imam!
Berikut ini adalah pernyataan dari harokah Tholiban Pakistan atas eksekusi terhadap seorang tokoh mata mata murtad dari kesatuan intelijen Pakistan ISI, Kol. Imam yang kebetulan kami temukan di internet.
_____________________________________________________
Harokah Tholiban Pakistan : Ucapan Selamat untuk Kaum Muslimin atas Dieksekusinya Kolonel Imam
بسم الله الرحمن الرحيم
تحريک طالبان پاکستان
Tehrik-e-Taliban Pakistan

Jakarta (voa-islam) – Selama ini, media massa hanya memberitakan insiden, terkait pembakaran gereja di sejumlah daerah. Tapi giliran masjid yang dibakar, dirusak dan dibongkar oleh kelompok masyarakat tertentu, tak ada satu pun media yang mengabarkannya. Jelas ini tidak fair. Ketika gereja yang dibakar, umat Islam divonis suka melakukan kekerasan. Namun, giliran masjid yang dibakar, tidak ada yang menyebut umat agama lain sebagai umat yang intoleran. Katanya Indonesia negara hukum? 


Para mualaf di AS, selain dari kalangan kulit putih, juga banyak dari kalangan Amerika Latin. Para mualaf dari kalangan Latino ini, seperti juga komunitas Muslim yang berlatar belakang negara-negara Muslim, menghadapi tantangan yang lebih berat di AS; tantangan dari sisi religius dan tantangan dari sisi budaya.















