Kesalahan Fatal Perang Irak

Lima tahun lalu Amerika Serikat melancarkan serangan ke Irak, setelah menyampaikan temuan dinas rahasianya kepada komunitas internasional. Ternyata laporan itu adalah laporan palsu yang tidak berdasarkan fakta.

Mengenai serangan ke Irak, harian Inggris Guardian berkomentar:

Invasi ke Irak adalah sebuah monumen perhitungan yang salah. Seorang diktator digulingkan, hal yang kemudian menimbulkan perang saudara berdarah. Bagi Amerika Serikat dan aliansinya, invasi ini lebih banyak melahirkan masalah di Timur Tngah, Turki dan Israel, daripada untuk para musuhnya, Iran dan Suriah. Iran sekarang bangkit menjadi adidaya regional yang baru. Lima tahun lalu, banyak warga Irak yang ingin lepas dari diktator Saddam dan ingin agar serdadu Amerika Serikat secepatnya keluar dari negaranya. Tapi penarikan pasukan masih belum terjadi. Sekarang, 70 persen warga Irak tetap menuntut agar pasukan Amerika ditarik. Sebaiknya suara mereka didengar.

Harian Prancis Liberation menulis:

Presiden Amerika Serikat George W. Bush sejak lama sudah menghapus kata ‘kesalahan’ dari kosa katanya. Operasi pembebasan untuk Irak, yang dimulai pada fajar 20 Maret 2003, berkembang menjadi suatu bencana bagi presiden Amerika Serikat ke-43. Publik terkejut setelah mengetahui kebohongan yang disebarluaskan dan melihat jajaran karung mayat serdadu Amerika Serikat yang kembali ke tanah airnya. Opini publik kini mengecam Bush dan mengukuhkan citra buruknya sebagai presiden paling tidak populer dalam sejarah Amerika Serikat.

Harian Swiss Tages-Anzeiger menilai:

Lima tahun sesudahnya, kita tetap belum juga tahu pasti, mengapa George W. Bush menginvasi Irak. Berbeda dengan keterangan-keterangan resmi, sang presiden sebenarnya sudah memutuskan langkah ini jauh sebelum berakhirnya prakarsa diplomatik dan inspeksi-inspeksi senjata PBB di Irak. Menteri luar negeri saat itu, Colin Powells, pernah mengingatkan presidennya bahwa situasi kacau di Irak tidak akan bisa diselesaikan begitu saja. Situasi ini juga akan membatasi ruang gerak presiden baru Amerika Serikat. Penarikan sebagian pasukan Amerika Serikat dari Irak baru bisa dilakukan, jika di Irak sendiri ada kemauan politik dari berbagai kelompok untuk melakukan rekonsiliasi. Dan kalau hal ini di masa depan bisa jadi kenyataan, kita tetap belum tahu, apa sebenarnya motivasi Bush memulai petualangan yang berdarah dan mahal ini.

Harian Jerman Frankfurter Rundschau menulis:

Demokrasi terdiskreditasi sebagai bahan impor bawaan tentara pendudukan asing yang sikapnya arogan. Generasi muda merasa tidak punya masa depan, situasi yang menyuburkan tanah untuk terorisme dan aksi kekerasan. Yang perlu sekaranbg adalah pembangunan kembali dalam situasi damai. Tapi politik Amerika Serikat sangat menyulitkan hal ini.

About these ads

About Haroky2000

The Prophet SAW said : “Islam begin as something strange ( Ghuroba` ), and it will return as something strange the way it began”.

Posted on Agustus 7, 2009, in Ragam. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Bush penjahat kemanusiaan, membunuh dinegerinya orang, itu yang namanya teroris

  2. Bush bukan manusia, dia jelmaan Iblis!! Terkutuklah Bush!!!

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: